Berita

ACT Siapkan Tim Bantuan ke Jammu dan Kashmir

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2014 | 19:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Bencana banjir melanda Jammu dan Kashmir. Tak kurang 3500 desa dilaporkan tergenang, 450 diantaranya hancur tersapu banjir akibat luapan Sungai Sindh, Kashmir Tengah, yang melintasi India dan Pakistan.

Sebagai wujud kemanusiaan, Tim Bantuan Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) siap berangkat ke dua wilayah tersebut untuk membantu korban.

"Jika tak ada aral melintang, Tim bantuan kemanusiaan akan berangkat besok atau Selasa dini hari," ujar Vice President ACT Imam Akbari di Jakarta (Minggu, 7/9).


Imam Akbari yang juga membawahi Direktorat Global Partnership Network (GPN) menjelaskan, bantuan kemanusiaan ACT akan difokuskan kepada ribuan korban yang selamat.

"Bisa dipastikan, akan terjadi gelombang pengungsian penduduk wilayah terdampak ke lokasi-lokasi yang aman. Tim data kami memperkirakan, tak kurang dari 25 ribu tenda dan 40 ribu selimut dibutuhkan untuk membantu korban selamat," terang Imam.

Seperti diberitakan, hasil luapan Sungai Sindh, Kashmir Tengah, akibat hujan deras selama 5 hari berturut-turut,  berakibat banjir bandang terburuk selama 60 tahun terakhir.  Global Partnership Network ACT merilis data per hari ini (Minggu, 7/9), setidaknya 200 orang ditemukan tewas akibat bencana tersebut.

Banjir berdampak pada setidaknya 2500 desa yang berada di wilayah-wilayah tersebut. 450 desa dilaporkan hancur disapu banjir. Infrastruktur publik seperti rumah, sawah, perkantoran, kebun dan sebagainya luluh lantak. Wilayah Jammu sendiri dilaporkan 1000 desa terdampak banjir.

Sekitar 50 jembatan hancur. Hal ini menyebabkan ratusan kilometer jalan dan instalasi listrik tak berfungsi. Asesment bantuan pun terpaksa menunggu banjir reda.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya