Berita

golkar/net

Elit Golkar Minta Kader Hindari Transaksi Jangka Pendek dalam Memilih Ketum

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2014 | 18:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam rangka mensosialisasikan calon Ketua Umum Golkar, Forum Ketua DPD I Golkar menggelar diskusi panel nasional di Yogyakarta. Dorum sosialisasi ini penting untuk menilai arah baru ketua umum nanti dalam membawa Golkar ke depan.

Ketua Panitia Pengarah Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Seluruh Indonesia, Zainudin Amali, pun mengakui bila forum ini menguras energi besar para calon ketua umum,termasuk soal logistik. Namun ia menegaskan bila hal yang terpenting dari acara ini DPD-DPD Golkar bisa tahu visi para calon ketua umum.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Theo L Sambuaga, mengharapkan para pengurus DPD partainya tak terjebak pada transaksi jangka pendek dalam rangka pemilihan ketua umum. Menurutnya, kader Golkar harus punya visi ke depan demi mewujudkan negara kesejahteraan.


"Kontrak politik jangka pendek itu harus dihindarkan. Dasarnya harus prinsipil dan tegas untuk membangun bangsa ke depan. Kita harus hindarkan transaksi jangka pendek, misalnya money politics. Dasarnya haruslah demi visi negara kesejahteraan, itulah inti dari dari kepentingan kami ke depan," katanya.

Meski demikian Theo mengapresiasi penyelenggaraan diskusi panel yang diselenggarakan Forum Komunikasi DPD Golkar Provinsi itu. Menurutnya, acara seperti itu justru strategis bagi perjalanan partai ke depan karena para calon ketua umum diundang hadir sebagai pembicara. Sebab para pengurus daerah tentu ingin mengetahui visi dan misi para calon ketua umum demi membangun Golkar ke depan.

Sementara Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham mengatakan, para calon ketua umum yang hadir di acara itu tak harus mengeluarkan duit. Menurutnya, yang penting para calon ketua umum bisa memaparkan pemikiran-pemikiran mereka demi Golkar.

"Kita tidak meminta duit kepada calon. Tidak ada kewajiban mereka. DPD mengundang mereka, kalau mau datang alhamdulillah, kalau tidak ya sudah," demikian Idrus. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya