Berita

Dunia

Membakar Bendera ISIS Akan Dipidana

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2014 | 17:58 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Setelah marak video Ice Bucket Challenge, kali ini jagad dunia maya dihebohkan dengan video "Burn ISIS Flag Challenge".

Pengguna media sosial di Lebanon meluncurkan kampanye yang membakar bendera milik kelompok militan ISIS. Kejadian ini merupakan imbas dari pemenggalan kepala seorang tentara Lebanon oleh kelompok militan ISIS.

Mereka ramai-ramai menantang semua orang untuk membakar bendera ISIS, khususnya di situs jejaring sosial Twitter. Mereka menggunakan hashtag #BurnISISFlagChallenge atau #BurnISIS.


"Kami membakar bendera marah untuk memprotes orang-orang yang menggorok leher untuk bersenang-senang," kicau seorang pengguna twitter Lebanon @walidfreiha.

Namun Menteri Kehakiman Lebanon Ashraf Rifi menyatakan keprihatinannya mengingat dalam bendera ISIS tertulis kalimat syahadatain.

"Pagi ini, beberapa orang membakar bendera ISIS di Sassine Square dan simbol mereka berbunyi: 'La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah,' kalimat terpenting dalam Islam. Simbol ini tidak ada hubungannya dengan ISIS dan pendekatan teroris," Rifi mengatakan, seperti dikutip Daily Star (Minggu, 7/9).

Karenanya kata dia, pihaknya akan mengadili orang-orang yang membakar bendera tersebut dengan mempidanakanya sebagaimana hukum di Lebanon tentang perlindungan simbol-simbol agama dan persatuan nasional Lebanon.[dem]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya