Berita

priyo budi santoso/net

Politik

Golkar Mesti Bidik Generasi Sosmed Biar Tak Dicap Partai Ortu

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2014 | 16:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Partai Golkar harus segera melakukan lompatan besar agar tidak dicap sebagai partai cap orang tua. Sedikitnya ada 14 juta generasi twitter, facebook dan path yang bakal menjadi pemilih baru di 2019 nanti.

"Pola pikir mereka tentu akan jauh berbeda dengan generasi-generasi pemilih sebelumnya. Pada Pemilu 2019 nanti, jumlah generasi baru ini akan berlipat-lipat dari jumlah saat ini. Ini harus dibaca oleh Partai Golkar," jelas Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, dalam diskusi panel nasional yang digelar Forum Komunikasi Ketua DPD Golkar di Yogyakarta (Minggu, 7/9).

Menurut tokoh muda penerima Anugerah Bintang Mahaputra Adipradana ini, Golkar tidak boleh terpaku pada basis-basis tradisional.


"Kita harus berani bertindak dan bekerja out of the box. Kita harus membuka lebar-lebar pintu partai bagi para generasi pembaharu-pembaharu muda di luar jalur ‘ABG’ (ABRI/TNI, Birokrasi dan civil society yang terhimpun di Golkar)," jelas Priyo yang tengah memaparkan visi misinya dalam Diskusi Panel Nasional yang diselenggarakan Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar di Yogyakarta itu.

Generasi dimaksud Priyo yakni yang lahir dari gemblengan organisasi-organisasi kepemudaan, BEM, LSM, aktivis pers, profesional muda, pimpinan gerakan buruh, tokoh-tokoh pejuang desa, atau kelompok-kelompok aktivis yang kritis dan kreatif, yang sering menghiasi pemberitaan. Mereka adalah kekuatan besar yang selama ini belum tersentuh secara signifikan oleh tangan-tangan Partai Golkar.

Priyo menjelaskan, stigmatisasi Partai Golkar sebagai “Partai Cap Orang Tua” adalah sindiran yang teropinikan sebagai kumpulan para orang tua atau pensiunan yang mengalami proses penuaan.Namun dengan lompatan besar, Priyo yakin Golkar akan semakin diperkaya sumber-sumber kader potensial yang bisa ditugaskan partai di seluruh tingkatan jenjang kepimpinanan di pusat dan daerah.

Langkah inilah, menurut dia, yang akan membawa dan meneguhkan Partai Golkar sebagai Partai yang inklusif dan terbuka bagi seluruh elemen anak negeri.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya