Berita

Politik

Golkar, Sering Menang di Pileg tapi Apes dalam Pilpres

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2014 | 15:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Partai Golkar diminta untuk belajar dari pengalaman di pemilu-pemilu sebelumnya, agar tidak kembali menjadi 'partai yang tidak beruntung' dalam Pemilu Presiden.

"Pelajaran-pelajaran sebelumnya, kita sering menang dalam Pemilu Legislatif, tetapi selalu tidak beruntung dalam Pilpres," kata politisi Golkar, Priyo Budi Santoso di Yogyakarta, Minggu (7/9).

Di masa mendatang, menurut Priyo, Partai Golkar akan berhadapan dengan 'kekuatan figur'. Padahal, berdasar pengalaman, Partai Golkar memiliki kehebatan dalam membangun mesin politik, tapi keteteran dalam membangun kekuatan figur yang potensial dan ‘layak jual’. Kondisi ini yang membuat Partai Golkar belum berhasil merebut kembali tampuk kepemimpinan nasional.


Priyo mengingatkan Pilpres dan Pileg secara serentak di 2019 akan membawa perubahan politik. Model ini, kata Priyo yang juga Wakil Ketua DPR, memberikan peluang yang sangat kuat akan tergerusnya kekuatan institusional partai ke arah kekuatan personal.

Persoalan ini akan semakin kompleks dengan melihat kecenderungan tingkat kepercayaan rakyat terhadap partai politik yang terus merosot. Akibatnya kekuatan lembaga cenderung kalah oleh kekuatan figur personal.

"Oleh karena itu, Partai Golkar harus tetap menjaga kekuatan kelembagaannya dimana partai politik tidak saja digerakkan oleh satu figur, tapi sistem. Tetapi pada sisi lain, harus mampu menghadirkan kader-kader terbaiknya untuk memenangkan Pemilu 2019," papar dia.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya