Berita

presiden sby/net

Politik

Pusaka Trisakti: SBY Lempar Bom Asap Politik Alihkan Kasus Jero Wacik

MINGGU, 07 SEPTEMBER 2014 | 10:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Pernyataan SBY dalam sidang kabinet paripurna, beberapa waktu yang lalu, sebaiknya tak usah ditanggapi serius.

SBY mengaku banyak mendapat pesan singkat atau short message service (SMS) dari sejumlah orang yang mengaku utusan tim transisi Joko Widodo (Jokowi). SMS itu berisi permintaan konsultasi kepadanya dari orang-orang yang merasa akan menjadi menteri di Kabinet Jokowi kelak. SMS itu, kata SBY, bukan hanya dari jajaran pemerintahan atau kabinet, tetapi di luar itu.

"Tanpa bisa tunjuk hidung nama oknum anggota Tim Transisi yang dimaksud'selonong boy ke jajaran eselon 1 dan BUMN, statemen SBY cuekin aja karena publik menangkap kesan SBY lempar 'bom asap politik' alihkan perhatian di tengah isu penetapan karib politiknya Jero Wacik menjadi tersangka," tuding Ketua Pusat Kajian Trisakti, Rian Andi Soemarno di Jakarta, Minggu (7/9).


Rian menegaskan, Jokowi-JK sejak awal  beritikad baik membentuk Tim Transisi yang bertujuan untuk mengawal proses transisi dari pemerintahan SBY ke pemerintahan baru. Tapi jika kemudian karena itu SBY merasa terganggu maka lebih bijak disampaikan langsung ke Jokowi-JK bukan dilempar jadi konsumsi dan polemik publik. Dengan begitu, Jokowi-JK dapat mempertimbangkan jika  benar apa yang disampaikan SBY tentang oknum tim transisi itu untuk di "non-job" atau diganti demi kebaikan bersama.

"Anggota Tim Transisi kan juga bukan malaikat. Mudah bagi Jokowi-JK mengeluarkan 'kartu merah' jika itu benar dilakukan anggota Tim Transisi," ujar penggerak Relawan Indonesia Hebat ini.

Menurutnya, isu yang dilempar SBY tersebut seakan-akan memperlihatkan bahwa Tim Transisis Jokowi telah berubah menjadi tim transaksi ke eselon 1 dan BUMN tanpa koordinasi.

"Bahaya spekulasi itu jika yang berkembang," imbuhnya.

"Tidak jelas oknum transisi siapa tuduhan SBY ditujukan. Kita berpikir positif saja mungkin baru dari luar negeri, bisa saja Pak SBY jetlag jadi informasi dari bawahannya ditelaah tanpa dicrosscheck," pungkasnya.[wid]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya