Berita

net

Politik

Para Elite di Indonesia Tidak Peduli Wawasan Geopolitik

SABTU, 06 SEPTEMBER 2014 | 14:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mafia minyak dan gas di Indonesia bukan cuma menempatkan orang-orang di pemerintahan, tapi lebih canggih lagi yaitu mampu melahirkan peraturan berkepribadian ganda atau bertentangan dengan konstitusi negara.

Untuk melawan itu, para pemegang jabatan strategis di Indonesia harus punya wawasan geopolitik yang mumpuni. Pasalnya, yang dialami Indonesia selama ini bukan sekadar bencana bisnis, namun juga bencana geopolitik yang besar.

"Misalnya, BUMN-BUMN yang dijual itu bencana geopolitik, bukan cuma bencana bisnis. Kita selama ini abai pada wawasan geopolitik," urai pakar geopolitik, Hendrajit, dalam diskusi "Korupsi di Pusaran Migas" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/9).


Kesadaran untuk memahami geopolitik sangat penting untuk mengenali kekuatan dan kelemahan suatu negara.

"Komisi I DPR (membidangi keamanan, pertahanan dan informasi) juga tidak punya wawasan ini dan abai pada apa sebetulnya kekuatan dan kelemahan kita secara materil dan non materil," sesalnya.

Sebelumnya, terkait mafia migas, ia terangkan bahwa kini skenario mafia migas dengan dukungan Amerika Serikat lebih njlimet dan menciptakan kerpiabadian ganda produk hukum.

"Jokowi ini tidak punya skema melawan skema kapitalisme global," ujarnya. [ald]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya