Berita

ilustrasi/net

Politik

Mafia Migas Membangun Kepribadian Ganda, Jokowi Tidak Punya Skema Perlawanan?

SABTU, 06 SEPTEMBER 2014 | 11:13 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mafia minyak dan gas di Indonesia bukan cuma menempatkan orang-orang di pemerintahan, tapi lebih canggih lagi yaitu dengan segala kekuatannya melahirkan regulasi yang berkepribadian ganda atau bertentangan dengan konstitusi negara.

"Mafia di hulu membangun kepribadian ganda peraturan," kata pakar geopolitik, Hendrajit, dalam diskusi "Korupsi di Pusaran Migas" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/9).

Ia memberi contoh dicabutnya Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2013 tentang Harga Jual Eceran Jenis BBM Tertentu Untuk Konsumen Pengguna Tertentu diganti Permen ESDM Nomor 6 Tahun 2014. Dengan adanya peraturan revisi itu, layanan BBM bersubsidi terhadap kapal nelayan di atas 30 Gross tonnage (GT) dapat dilakukan.


Menurut dia, pada sektor hilir, Permen ESDM 6 tahun 2014 adalah pintu masuk kebocoran sektor migas. Memberlakukan penyaluran BBM bersubsidi ke semua jenis kapal mengakibatkan kerugian negara Rp 1,7 triliun per tahun hanya untuk kapal nelayan atau di sektor perikanan.

Itu baru contoh kecil bagaimana mafia migas memainkan peraturan yang berkepribadian ganda. Selain itu, tetap saja mafia migas akan menempatkan orang-orang kepercayaannya di pemerintahan. Pernyataannya ini terkait rencana pembentukan kabinet pemerintahan baru di bawah Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Dia menduga, Jokowi-JK akan memasukkan lagi nama-nama lama yang bermasalah di kabinet, terkhususnya untuk menangani sektor energi dan sumber daya mineral. Dia menyebut salah satu nama, mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Ari Hernanto Soemarno, yang adalah kakak dari Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno.

"Ingat bagimana DPR meminta kejelasan impor minyak yang merugikan negara Rp 500 miliar. Ari Soemarno ini tipikal mafia hilir. Sedangkan, Rini punya kedekatan dengan perancang skema kapitalisme global di Amerika Serikat," ujarnya.

Ditegaskannya lagi, kini skenario mafia migas dengan dukungan Amerika Serikat lebih njlimet dan menciptakan kepriabadian ganda produk hukum.

"Jokowi ini tidak punya skema melawan skema kapitalisme global," ujarnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya