Berita

dewi aryani/net

Politik

Sejak Awal Jero Wacik adalah Orang yang Salah

SABTU, 06 SEPTEMBER 2014 | 09:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Untuk mengetahui segala sesuatu di sekotor migas termasuk korupsi di pusaran migas, harus diketahui bahwa ada pusaran besar hulu dan hilir.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, dalam diskusi "Korupsi di Pusaran Migas" di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/9).

"Pemainnya beda-beda dan keuntungannya beda-beda. Yang satu besar yang satu recehan. Di hulu dan hilir ini kita harus paham siapa stakeholder (pemangku kepentingan)-nya, jadi kita tahu siapa pelaku korupsinya," ujar Dewi.


Stakeholder pertama, disebutnya, adalah pemerintah baik pusat maupun daerah. Di pusat ada pula SKK Migas atau BPH Migas. Kedua adalah parlemen. Ketiga adalah pengusaha atau investor di hulu dan hilir. Yang di hilir pun macam-macam karena ada keterlibatan swasta dan BUMN, misalnya Pertamina yang kuasai mayoritas bahan bakar minya (BBM) bersubsidi.

Stakeholder lain adalah masyarakat kelas sosial baik atas, menengah atau bawah, pengusaha, pedagang dan masyarakat umum lainnya. Mereka merupakan pengguna yang kena imbas paling besar dari kebijakan BBM.

"Kemudian ada LSM yang baru beberapa tahun ini berkembang. Sekarang LSM itu kebablasan ada yang ideologinya adalah siapa yang bayar pasti didukung. Kemudian stakeholder yang sangat penting lainnya adalah media massa," paparnya.

Nah, Dewi memandang kasus korupsi atau pemerasan yang menjerat Menteri ESDM, Jero Wacik, ada di dalam kerumitan pusaran di atas. Akar masalahnya adalah Jero Wacik merupakan orang yang salah ditempatkan.

"Kesalahannya dari awal penempatan dia. Dari jabatan menteri pariwisata menjadi menteri ESDM. Dia tidak paham seluk beluk di Migas yang begitu rumit. Itu bisa membuat orqang tidak sadar terpeleset," kata dia. [ald] 

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya