Berita

rizal ramli/net

Politik

Menguat, Permintaan agar Rizal Ramli Bantu Jokowi

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2014 | 13:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Permintaan agar ekonom senior DR Rizal Ramli masuk dalam kabinet Joko Widodo dan Jusuf Kalla semakin menguat. Beberapa waktu lalu dukungan dan permintaan datang dari kalangan muda PDI Perjuangan. Belakangan kalangan akademisi menyuarakan hal serupa.

Direktur Eksekutif IndoStrategi, Andar Nubowo, misalnya, mengatakan Rizal Ramli adalah kandidat terbaik untuk mengisi posisi Menko Perekonomian. Rekam jejak Rizal Ramli, kredibilitas serta integritasnya, menurut Andar yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah, sudah teruji.

Akademisi Universitas Paramadina, Dr Herdi Sahrasad, dalam perbincangan beberapa saat lalu menyampaikan pernyataan serupa. Bahkan menurut Herdi, Rizal Ramli yang kini adalah salah seorang anggota Panel Ahli PBB untuk UNDP, pantas ditempatkan sebagai Menko Polhukam dan Menko Perekonomian.


"Bang Rizal (Ramli) bisa ditempatkan Jokowi pada dua posisi itu untuk melakukan revolusi mental kelembagaan di bidang ekuin atau polhukam," ujarnya.

Menurut hemat Herdi, sepanjang pemerintahan SBY terjadi krisis yang begitu parah di tubuh pemerintahan sehingga negara mengalami kebocoran finansial yang cukup besar. Pemerintahan SBY pun meninggalkan warisan berupa utang luar negeri yang besar.

"Kebobrokan terjadi di sektor ekonomi, sosial dan hukum," sambungnya.

Masih menurut Herdi, penilaian tokoh Muhammadiyah Syafii Maarif yang mengatakan Rizal Ramli sebagai tokoh revolusioner di era reformasi, dapat dijadikan Jokowi sebagai referensi.

Sebelumnya, aktivis PDIP yang juga Sekjen Jaringan Aktivis ProDem Firman Tendry meminta dan "memerintahkan" Rizal Ramli membantu Jokowi. Menurut Tendry, hanya Rizal Ramli yang bisa membantu Jokowi tanpa melanggar konstitusi, menggadaikan NKRI dan melukai hati rakyat kecil. [dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Dibuka, Status BUMN

Kamis, 16 April 2026 | 08:14

Wall Street Melejit: S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru

Kamis, 16 April 2026 | 08:12

Danantara Gandakan Investasi di Timur Tengah, Fokus pada Ketahanan Energi

Kamis, 16 April 2026 | 07:55

Emas Tergelincir di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah

Kamis, 16 April 2026 | 07:35

Peringkat Utang Asia Tenggara di Ujung Tanduk, Indonesia Paling Rentan

Kamis, 16 April 2026 | 07:20

Bursa Eropa: Indeks STOXX 600 di Zona Merah, Sektor Luxury Brand Terpukul

Kamis, 16 April 2026 | 07:07

Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja Semaksimal Mungkin

Kamis, 16 April 2026 | 06:53

BGN Gandeng Bobon Santoso Gelar Masak Besar MBG

Kamis, 16 April 2026 | 06:25

Kemelut Timur Tengah: Siapa Keras Kepala?

Kamis, 16 April 2026 | 05:59

Polisi Ciduk Tiga Remaja Terlibat Tawuran, Satu Positif Sabu

Kamis, 16 April 2026 | 05:45

Selengkapnya