Berita

chusnul mariyah/net

SIDANG HAMBALANG

Chusnul Mariyah: Kongres Demokrat Bukan Peristiwa Politik bagi Anas Urbaningrum Belaka

KAMIS, 04 SEPTEMBER 2014 | 13:09 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Peristiwa kongres, musyawarah nasional (munas) ataupun muktamar dalam partai politik merupakan peristiwa politik institusi atau kelembagaan dan bukan peristiwa politik individu atau privat.

Demikian disampaikan pakar politik yang menjadi saksi meringankan Anas Urbaningrum, Chunsul Mar'iah, saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Kamis, 4/9).

Menurut Chusnul, yang merupakan pakar Ilmu Politik asal universitas Inodneisa (UI) ini, di dalam partai politik dipastikan ada faksi. Dalam parpol pun terdiri dari banyak aktor politik yang mengisi jabatan ketua umum, dewan pembina ataupun sekretaris jenderal (sekjen).


"Kalau ingin jadi ketua umum di parpol tidak mungkin itu bergerak sendirian. Bahkan lingkupnya nasional karena melibatkan aktor-aktor di pengurus pusat sampai kecamatan. Jadi pemilihan ketum dalam kongres itu merupakan peristiwa kelembagaan atau institusi," kata Chusnul

Atas dasar itu, mantan komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2001-2007 ini pun membantah jika kegiatan aktor politik yang maju untuk menjadi ketua umum merupakan ambisi kepentingan pribadi. Di setiap parpol yang demokratis pun, perubahan pemimpin secara periodik merupakan keharusan.

"Harus lakukan pergatian rezim. Seorang aktor di dalam parpol tidak bisa jalan sendiri. Semua ada mekinsme dan aturan sesuai AD/ART lembaga. Semua gerakan aktor politik yang mau jadi ketua umum ada batasan rule of game politik dan hukumnya," kata Chusnul

Chunsul pun menambahkan saat berkompetisi dalam kongres, jabatan apapun di luar parpol, termasuk jika aktor politik itu pejabat negara akan lepas.

"Perebutan ketua umum dalam kongres itu kompetisi antar kader, bukan kompetisi antar lembaga negara. Jabatan Presiden dan menteri atau anggota DPR tidak berlaku, semua dilepas," demikian Chunsul. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya