Berita

jokowi-jk/net

KKN yang Tidak Diberantas Bisa Jadi Penghalang Program Jokowi-JK

KAMIS, 04 SEPTEMBER 2014 | 06:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai bagian dari Revolusi Mental adal memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme yang hingga saat ini masih kuat mengakar di Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Pusat Kajian Aksi Revolusi Mental (Permanen), Rugby Adeana S. Rugby pun menilai praktek KK ini masih terjadi pada 140 perusahaan milik negara. Karena itu juga, perusahaan ini harus mulai diaudit secara transparan sehingga tercipta Indonesia baru, bersih dan sehat.

Rugby pun meminta Jokowi -JK bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginvestigasi aliran dana 140 Badan Usaha Milik Negara terset sebelum mereka dilebur dengan UU BPJS dan pemerintahan berjalan. Tak hanya menginvestigasi, pemerintah Jokowi-JK dan KPK juga harus mengumumkan kepada publik hasil audit aliran dana perusahaan berplat merah tersebut.


Terkait kesehatan, Rugby berharap pemerintah Jokowi-JK berani masuk ke dalam dalam dunia kesehatan terutama terkait dengan pengadaan alat-alat kesehatan dan bidang farmasi di Indonesia yang begitu komplek. Mulai dari masalah impor bahan baku, proses produksi sampai masalah harga eceran tertinggi obat yang masih menjadi perdebatan dikalangan pengusaha dan regulator.

"95 persen bahan baku farmasi kita masih impor dari Tiongkok dan India. Bahan Baku yang volumenya besar dan harganya murah diimpor dari Tiongkok. Bisa dimungkinkan dalam proses ini juga, terjadi praktik-praktik yang sangat merugikan masyarakat dan menjadi penghalang program-program Jokowi-JK jika tidak diberantas,"katanya beberapa saat lalu (Kamis, 4/9).

Lebih jauh, Rugby menilai BPJS Kesehatan harus mendapat perhatian khusus sesuai dengan Amanat UU BPJS. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya