Berita

ilustrasi/net

Apakah Koalisi Merah Putih Dapat Bertahan

RABU, 03 SEPTEMBER 2014 | 11:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Setelah bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa di rumah Surya Paloh, Jokowi mengatakan bila sebenarnya banyak elit partai lain di Koalisi Merah Putih juga mau berkomunikasi dengannya. Namun, kata Jokowi, rata-rata elit partai itu mau pertemuannya dirahasiakan dan digelar secara tertutup.

Benarkah omongan Jokowi ini? Bila benar, maka sejatinya Koalisi Merah Putih itu sangat rapuh, dan di saat yang sama, sebagai politisi, Jokowi dinilai tidak etis dengan mengumbar hal ini. Ada juga yang percaya, pernyataan Jokowi ini sekedar klaim dan menjadi bagian dari manuver dia dalam sebuah perang psikologis yang tak berakhir dengan dibacakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Di luar pernyataan Jokowi itu, memang ada banyak orang yang meragukan soliditas Koalisi Merah Putih. Paling tidak, ini karena ada dua alasan. Pertama, karena pikiran dan kehendak elit dalam satu partai juga tidak seragam, dan selalu saja ada pihak yang mengejar kursi kekuasaan. Kedua, tidak ada pengikat yang bisa dirasakan manfaatnya oleh anggota Koalisi Merah Putih selain harga diri belaka.


Dalam kasus Setgab partai koalisi pendukung SBY-Boediono saja misalnya, partai-partai, terutama Golkar dan PKS, begitu liar bermanuver, padahal sudah diikat oleh manfaat kursi menteri. Lebih-lebih bila tidak ada ikatan sama sekali yang bisa saling menguatkan satu sama lain.

Namun demikian, banyak juga yang percaya Koalisi Merah Putih ini akan bertahan. Paling tidak bila merujuk pada kesamaan pandangan dalam melihat persoalan bangsa dan negara. Kesamaan pandangan, yang meski kualitasnya di bawah ideologi yang doktriner, namun bisa menjadi pengikat yang cukup kuat di tengah pertarungan pilpres yang begitu tajam. Lebih-lebih bila kesamaan pandangan ini diberi gula-gula kuasa di tempat lain, meskipun tidak semewah kelas menteri atau duta besar.

Rakyat Merdeka Online tentu tidak sekedar menimbang dua pandangan besar itu belaka, yang juga disampaikan oleh politisi sendiri atau pengamat yang tak menjangkau lebih dalam realitas politik. Karena itu, kami juga mau mendengar pandangan dari para pembaca yang budiman. Silakan, pembaca budiman ikuti polling kami terbaru: Apakah Koalisi Merah Putih Dapat Bertahan, atau Tidak? [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya