Berita

nusron wahid/net

Nusron Wahid Minta Jokowi-JK Perluas Penjaminan Kredit bagi Pelaku UKM

SELASA, 02 SEPTEMBER 2014 | 22:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini yang mendapat fasilitas premi penjaminan kredit hanya penerima kredit usaha rakyat (KUR) di bank-bank pemerintah. Padahal pelaku UKM yang belum tersentuh KUR masih sekitar 70 juta orang.

Karena itu, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Golkar yang juga Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk memperluas akses penjaminan kredit bagi pelaku usaha kecil dan mikro selain program KUR. Permintaan ini disampaikan Nusron saat menyampaikan presentasi di acara Rakernas 2014 Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dengan tema Urgensi Peranan Lembaga Penjamin Kredit Bagi UMKM dan Koperasi, di Jakarta, Selasa malam (2/9)

Menurut Nusron, program penjaminan kredit saat ini terbukti telah berhasil memberikan kontribusi dalam peningkat aset, omzet, dan keuntungan yang berlipat ganda bagi penerima penjaminan kredit. Dan kalau semua pelaku usaha mikro, baik yang minta kredit di bank BUMN dan BPD mendapatkan fasilitas penjaminan seperti KUR, Nusron yakin sektor riil akan bergerak di pedesaan.


"Pertumbuhan ekonomi juga akan meningkat, dengan pertumbuhan yang berkualitas dan inklusif, dan penambahan penyerapan tenaga kerja juga akan berlipat," ujarnya.
Kalau konsep ini diberlakukan, lanjut Nusron, maka juga akan menumbuhkembangan bisnis penjaminan yang ada di Indonesia. Apalagi selain Jamkrindo dan Askrindo, sekarang sudah mulai muncul banyak adanya perusahaan penjaminan daerah, di berbagai propinsi seperti Jatim, Papua dan Bali.

"Saya yakin di hampir setiap propinsi akan muncul Jamkrida-Jamkrida baru," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nusron juga meyakini program Kredit Untuk Rakyat (KUR) adalah salah satu program bagus dalam upaya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengentaskan kemiskinan. Untuk itu, kepada pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) ke depan, program tersebut wajib dilanjutkan.

"Bahwa program KUR, atau apapun namanya nanti, bahwa program KUR ini solusi terbaik yang pernah dilakukan oleh pemerintah SBY, yang wajib dilanjutkan, dengan apapun namanya," kata Nusron

Menurut Nusron, yang tesisnya meneliti tentang KUR, KUR adalah lompatan efektif dari pemerintah untuk mengatasi kemiskinan. Alokasinyapun efektif karena bukan dari APBN, melainkan dari Dana PIhak Ketiga (DPK).

Sementara Dirut Jamkrindo Diding S Anwar menyambut baik kalau sampai semua pelaku UKMK mendapat fasilitas penjaminan kredit. "Kami siap melayani kalau sampai semua bank diijinkan utk mendapatkan fasilitas penjaminan kredit. Saya kira ide itu bagus," kata Diding S Anwar. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya