Berita

tk jis/net

Wali Murid TK JIS Mengadu ke Komnas HAM

SELASA, 02 SEPTEMBER 2014 | 01:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebanyak 12 orang tua wali murid Taman Kanak-kanak (TK) Jakarta International School (JIS) mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (1/9) kemarin. Mereka mengaku tidak kuat melihat anaknya terus mengeluh, menangis, gelisah dan marah, akibat tidak bisa masuk sekolah.

Jurubicara orangtua walimurid Intim Solachma mengatakan, mereka diterima oleh komisioner Komnas HAM Nur Kholis. Kehadiran mereka mewakili orangtua walimurid TK JIS yang telah lama ditutup dan diberhentikan proses belajar mengajar dengan alasan perizinan.

Intim menjelaskan, kedatangan mereka ke Komnas HAM terkait penutupan TK JIS sejak beberapa bulan yang lalu. Dan seharusnya per tanggal 14 Agustus 2014 lalu sudah mulai dibuka kembali proses belajar mengajar di TK elit tersebut. Namun, akibat tidak dibuka kembali proses belajar mengajar, masa pendidikan 200-an murid yang sekolah di sana jadi terganggu.


"Sampai sekarang anak-anak kita tidak sekolah dan tidak bisa menjalankan proses belajar mengajar yang seharusnya menjadi hak mereka di sekolah. Dengan alasan sekolah tidak ada izin, orangtua murid yang anaknya tidak bisa sekolah jadi resah. Karena anak-anak banyak yang mengeluh, menangis, marah, gelisah dan terus menerus mempertanyakan kenapa tidak berangkat ke sekolah. Kondisi ini membuat para orang tua wali murid kesulitan memberikan pengertian kepada anak-anak mereka," ulas Intim saat dialog dengan Komnas HAM.

Di sisi lain, lanjut Intim, tidak mudah bagi para orang tua untuk langsung memindahkan anak mereka ke sekolah lain. Alasannya, anak-anak mereka sudah nyaman bersekolah di sana. Selain itu, mereka juga kesulitan menjelaskan dengan bahasa anak-anak tentang kondisi yang terjadi sehingga TK JIS ditutup. Intim juga berharap pemerintah tidak diam terkait penutupan TK JIS.  

"Saya kira pemeritah tidak boleh acuh menyikapi persoalan ini. Semua anak berhak mendapatkan pengajaran yang layak. Kalaupun ada persoalan lain di sekolah itu, misalnya terkait proses hokum dan pidana, silakan tetap berjalan dan diproses sebagaimana mestinya. Dan itu harus dipisahkan. Jangan sampai proses belajar mengajar dalam pendidikan merugikan anak dan orangtua walimurid," ulas Intim dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.

Menanggapi laporan yang dilayangkan pihak orang tua wali murid TK JIS tersebut, Komisioner Komnas HAM Nur Kholis mengatakan Komnas HAM menerima pengaduan tersebut dan berikutnya akan mengambil langkah-langkah sebagaimana yang dibutuhkan. Karena itu, untuk sementara Nur Kholis meminta pengumpulan sejumlah data terlebih dahulu. "Tapi yang pasti, di negeri ini tidak boleh ada satu anak pun yang tidak bisa mengenyam pendidikan. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang baik," ujar Nur Kholis.

Karena itu, lanjut Nur Kholis, dicari dahulu apa akar persoalannya sehingga ada 200 anak murid TK JIS yang tidak bisa sekolah. "Jika data-data yang dibutuhkan sudah lengkap dan sudah diketahui apa masalah yang sesungguhnya apakah karena perizinan guru, perizinan sekolah, atau ada hal-hal lain di luar itu? Tapi ada baiknya, kita akan komunikasikan dan koordinasikan persoalan ini ke Kementrian Pendidikan Nasional sehingga bisa dilihat secara komprehensif," pungkas Nur Kholis. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya