Berita

jokowi-jk/net

Sudah Sepantasnya Jokowi Apresiasi Tim Advokasi

SENIN, 01 SEPTEMBER 2014 | 15:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Drama Pilpres 2014 berakhir setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Prabowo-Hatta, dan secara otomatis menegaskan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Dalam hal ini, peran Tim Advokasi Jokowi-JK sangat menentukan.

"Proses persidangan di MK tidak kalah seru dan panas dengan proses Pilpres sendiri. Kita semua harus berterimakasih kepada tim advokasi Jokowi-JK yang sudah bekerja keras mengawal proses hukum hingga final," tegas Ketua DPD Laskar Dewaruci (LDR) Provinsi Bengkulu, Sultan Najamudin, beberapa saat lalu (Senin, 1/9).

Menurut dia, tim advokasi yang dibentuk Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan dan diketuai Sirra Prayuna itu telah mempertahankan kemenangan Jokowi-JK secara konstitusional.


"Bisa kita bayangkan seandainya Tim Advokasi Jokowi-JK ini gagal. Tentu akan bermuara pada pengulangan Pilpres," tegas Wakil Gubernur Bengkulu ini.

Najamudin menjelaskan, kekuatan putusan MK itu mengikat dan final atau penentu terakhir dalam proses gugatan sengketa hasil Pilpres, artinya tidak ada upaya hukum lagi.

"Sayangnya, kiprah Tim Advokasi nyaris tidak terdengar, kalah dengan gegap gempita eforia tim pemenangan Jokowi-JK lainnya. Padahal tanpa peran mereka, kerja keras selama proses Pilpres tidak akan ada artinya, jika Pemilu harus diulang," tambahnya.

Najamudin berharap agar Tim Advokasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Jokowi-JK dan Koalisi Partai Pengusung. "Kami rasa tidak berlebihan jika Tim Advokasi mendapat penghargaan. Sebab mereka telah bekerja keras menjaga kemenangan Jokowi-JK di last minute pertarungan Pilpres," tambahnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya