AWAN hitam sepertinya masih belum akan meninggalkan rumah si setan merah, Old Trafford. Pasalnya, Manchester United kembali gagal meraih poin penuh pada pekan ketiga di gelaran Liga Inggris atau yang biasa dikenal dengan sebutan Premier League. Memulai musim dengan diperkuat manajer baru asal Belanda, Louis Van Gaal dan jejeran nama-nama tenarnya seperti Robin Van Persie, Wayne Rooney dan Juan Mata, dilengkapi dengan pemain anyar dan termahal dalam sejarah Premier League, Angel De Maria tampaknya tak mampu mengangkat si setan merah ke performa terbaiknya.
Hal ini tercermin dari tiga pertandingan terakhir yang sudah dilakoni MU dan berakhir tragis dengan tanpa satupun catatan kemenangan dan hanya meraih dua poin. Dalam pertandingan pertamanya melawan Swansea, punggawa MU harus menahan malu di depan publik sendiri setelah pluit tanda pertandingan berakhir dengan skor 1-2 untuk Swansea. Di dua pertandingan selanjutnya, MU ditahan imbang masing-masing oleh Sunderland dan klub debutan Liga Inggris, Burnley masing-masing 1-1 dan 0-0.
Catatan ini merupakan start yang sangat buruk bagi MU dalam beberapa musim terakhir. Namun hal itu sepertinya belum menurunkan optimisme bos baru MU asal Belanda, Luis Van Gaal.
"Kami masih bisa menjadi juara di Inggris sekarang, pada tahun pertama saya. Mungkin anda akan tertawa, tetapi juga di beberapa bekas klub saya sebelumnya, saya memulainya seperti ini, jadi bagi saya ini bukan berita besar atau berbeda," sumbar mantan pelatih Bayern Munchen itu.
Jika menilik dari banyaknya pemain inti MU yang masih dibekap cedera, sebut saja Michael Carrick, Ander Herrera, Luke Shaw hingga Rafael, dan belum bisa tampilnya bek baru MU yang menjanjikan, Marcos Rojo, serta masih adanya waktu di bursa transfer hingga 31 Agustus esok, maka keyakinan sang meneer cukup beralasan.
Hal ini berdasarkan pada dua hal. Pertama, sampai saat ini lini tengah dan lini pertahanan si setan merah masih menjadi kelemahan. Minimnya kreatifitas pemain serta kroposnya lini belakang membuat pendukung MU harus mengelus dada. Namun jika para pemain yang cedera sudah kembali merumput, dan amunisi anyar sang meneer di posisi bertahan, Dailey Blaine bisa diturunkan, maka skuad MU bisa lebih tangguh dan ada potensi kecil untuk si setan merah kembali ke jalur juara.
Alasan kedua, MU, dengan manager barunya tengah beradaptasi dengan formasi baru yang dibawa sang pelatih. Karena itu, dapat dipahami jika MU masih harus beradaptasi dengan pola permainan tersebut. Selama ini sejak era Ferguson, MU selalu bermain dengan empat pemain belakang. Namun didatangkan ke Old Trafford di musim panas tahun ini, Van Gaal membawa skema permainan baru dengan hanya menurunkan tiga pemain belakang. Hal ini sepertinya masih sulit diadaptasi oleh anak buahnya hingga menyebabkan punggawa MU sulit mengembangkan pertandingan.
Sang arsitek menjelaskan bahwa anak buahnya masih butuh waktu, dan rasanya, pembuktian sang meneer menarik untuk ditunggu. Namun ditinjau dari penampilan awal musim yang terseok-seok dan menilik kualitas pesaing MU yang kian ciamik, rasanya target masuk empat besar adalah yang paling realistis. Fans MU sepertinya harus kembali bersabar untuk menunggu jika ingin trophy yang terakhir kali mampir ke Old Trafford pada 2012-2013 lalu itu tidak bisa menghias lemari trophy MU di musim ini.
[***]