Berita

saleh p. daulay/net

Politik

MENANTI KABINET JOKOWI-JK

Pemuda Muhammadiyah: Ide Perombakan Kabinet Mendatangkan Bencana Inefisiensi

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 15:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Komposisi kabinet yang ada saat ini sebaiknya tidak dirombak oleh presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Alasannya, penambahan, pengurangan, atau penggabungan suatu departemen berpengaruh besar terhadap agresivitas kabinet dalam menjalankan program-program yang dicanangkan oleh presiden.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, dalam pernyataan pers (Sabtu, 30/8).


Selain itu, menurut Saleh perubahan susunan kabinet secara tidak langsung akan memakan biaya yang tidak sedikit. Misalnya, jika kementerian pendidikan nasional dipecah menjadi dua. Katakanlah kementerian pendidikan dasar menengah dan kementerian pendidikan tinggi. Sebelum bekerja, kedua kementerian tersebut perlu mereposisi dan memutasi sejumlah pejabat dan para PNS di lingkungan masing-masing.

Selain itu, mereka juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Bisa jadi, mereka baru bisa bekerja secara efektif setelah 4-6 bulan. Hal ini tidak efektif untuk melakukan percepatan pelaksanaan program pembangunan yang ada.

Selain itu, pengurangan, penambahan, atau penggabungan departemen bisa jadi menimbulkan inefisiensi di dalam penggunaan anggaran. Contoh paling sederhana saja kalau Kementerian Pendidikan dibagi dua, maka secara otomatis perlu mencetak kop surat, stempel, dan amplop masing-masing kantor. Kalau itu dilakukan tingkat pusat saja, tidak jadi persoalan.

"Jadi masalah kalau semua kantor yang ada di bawahnya melakukan hal yang sama. Berapa anggaran yang dihabiskan untuk itu? Kalau itu terjadi pada 10-12 kementerian, saya kira anggarannya sangat besar. Belum lagi anggaran-anggaran lain yang mengikutinya," " ucap Saleh. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya