Berita

foto:net

Dunia

Ratusan Ribu Orang Turun ke Jalan Tuntut Kenaikan Harga BBM

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 14:12 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah yang korup akan menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Akhirnya, berbagai cara dilakukan dalam menstabilkan perekonomian sekalipun harus mengorbankan rakyat kecil, seperti menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Di Yaman, keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM disambut dengan demonstrasi ratusan ribu orang di seluruh penjuru negeri. Aksi unjuk rasa yang digelar pada Jumat (29/8) ini tidak hanya digelar di Ibukota Sana'a, tapi juga di lebih dari sepuluh provinsi di Yaman. Mereka menuntut pemerintah untuk tetap memberikan subsidi BBM kepada rakyat dan pengunduran diri para menteri yang terindikasi korupsi. Demonstran menganggap pemerintah transisi di bawah pimpinan Presiden Abdul Masour Hadi telah menyelewengkan wewenang dan korup.

"Kami akan melanjutkan protes revolusioner hingga dipenuhinya tiga tuntutan kami, yaitu: pemberhentian pemerintahan, melanjutkan subsidi BBM untuk rakyat, dan mengimplementasikan hasil dari dialog rekonsiliasi nasional," kata salah seorang koordinator demonstran dari kelompok Houti, Ibrahim al Abdi, dikutip dari Xinhua (Sabtu, 30/8).


Perlu diketahui, pada akhir Juli lalu pemerintah telah menaikkan harga BBM hampir dua kali lipat. Semula harga bensin per liter hanya 2.500 riyal Yaman, kini menjadi 4.000 riyal Yaman per liter. Sedang, harga diesel naik dari 2.000 riyal Yaman menjadi 3.900 riyal Yaman per liter. [ian]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya