Berita

Ichsanuddin Noorsy/net

Politik

POLEMIK BBM

Ichsanuddin Noorsy: Logika PDIP Tidak Sesuai Konstitusi

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 10:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pakar ekonomi kebijakan publik, Ichsanuddin Noorsy, mempertanyakan dukungan PDI Perjuangan terhadap rencana penyesuaian atau kenaikan harga bahan bakar minyak oleh Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Ditegaskan Noorsy, logika ekonomi yang dipakai PDIP tentu saja bukan ekonomi konsititusi atau tidak sesuai prinsip Tri Sakti yang selama ini digembar-gemborkan oleh capresnya, Joko Widodo.

"Konstitusi kita tidak memberikan ruang bagi harga pasar atau harga keekonomian," tegasnya, dalam diskusi "Bola Panas BBM" di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (30/8).  


Ia menekankan, cara berpikir atau hitung-hitungan yang dipakai PDIP dan Jokowi-JK dalam menetapkan kebijakan BBM pastilah tidak ketemu dengan semangat konstitusi.

"Jadi jangan bicara terlampau jauh, padahal cara berpikir kita lagi digeser ke logika harga pasar dan harga keekonomian. Sekarang logika ekonomi apa yang dipakai PDIP?" gugatnya.

Dia juga jelaskan bahwa banyak alternatif solusi. Sejak awal ia mengusulkan agar pemerintah terbuka mengenai biaya pokok produksi minyak dalam negeri dan biaya pokok minyak impor, baru bisa berbicara tentang harga.

Kemarin, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri terang-terangan menyatakan, partainya mendukung kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubidi. Namun ia membantah keras jika partainya dianggap tak konsisten. Ditegaskannya, kalau subsidi masih ditahan, maka terjadi defisit anggaran.

"Kami berkalkulasi secara nyata, jangan bilang kami tidak konsisten.  Kalau kenyataannya subsidi dibiarkan, penyediaan BBM membuat rakyat antre dan sebagainya," tegas Megawati kepada wartawan di Posko Pemenangan Jokowi-JK, Jalan Sisingamangaraja nomor 5, Jakarta, Jumat (29/8). [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya