Berita

ilustrasi

Politik

SBY Bela Subsidi Asalkan Tidak Berlebihan dan Tepat Sasaran

JUMAT, 29 AGUSTUS 2014 | 20:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Sebenarnya, persoalan subsidi untuk rakyat selalu dihadapi satu pemerintahan ke pemerintahan lainnya.

Bukan cuma dirasakan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tetapi juga akan dirasakan pemerintahan di masa lalu dan yang akan datang.

Demikian ditegaskan Presiden SBY dalam program wawancara khusus "Isu Terkini" yang disebarluaskan lewat Youtube, hari ini (Jumat, 29/8).


SBY menjelaskan, bagi negara yang menganut sistem ekonomi kapitalistik atau rakyat biasa menyebutnya neoliberal, subsidi tidak begitu disukai.

"Tapi saya berpendapat lain. Untuk Indonesia, mengingat masih banyak saudara kita yang miskin, daya belinya rendah, kalau subsidi betul-betul untuk menolong rakyat, jumlahnya tak berlebihan dan tepat sasaran, saya kira tak keliru," kata SBY.

Menurut dia, besaran subsidi mesti dijaga, subsidi mesti dijaga agar tetap pas.  Namun, SBY menekankan bahwa dirinya pun berpendapat sama dengan banyak pihak bahwa di masa mendatang subsidi harus makin dikurangi jumlahnya.

"Pemerintahan saya juga berupaya, yang penting itu secara bertahap. Agar di satu sisi APBN bagus dan makin ideal, tapi di sisi lain tidak memberikan beban berlebihan pada rakyat kita dan melahirkan goncangan ekonomi," ujar SBY.

Yang pasti, ia sadari bahwa subsidi harus dikurangi dan SBY juga yakin pemerintahan mendatang di bawah Joko Widodo melakukan hal sama. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya