Berita

papua/net

Dialog Jadi Kunci Solusi di Papua

JUMAT, 29 AGUSTUS 2014 | 19:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selama ini belum ada solusi utuh terkait dengan persoalan Papua. Karena itu, ke depan, pemerintahan Jokowi-JK, yang sudah menerima masukan dari Komnas Perempuan dan Jaringan HAM Perempuan Papua melalui Tim Transisi, akan mengintensifkan dialog sehingga tercipta rasa saling percaya.

"Dalam dialog tersebut disampaikan berbagai persoalan terkait dengan pelanggaran HAM, penegakan hukum yang belum menempatkan keadilan dan kemanusiaan sebagai prinsip untuk membangun mekanisme dan ketaatan terhadap hukum, serta berbagai persoalan terkait dengan pelaksanaan otonomi khusus," kata kata Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, saat berdialog yang juga dihadiri Engel Berta, Edison Baransano dan Jaleswari Pramudawardani di Jakarta (Jumat, 29/8).

Dari persoalan yang disampaikan, kata Hasto, dalam perspektif rendahnya Human Development Index, tingginya kematian ibu melahirkan yang mencapai 1700 kematian dari 100 ribu angka kelahiran merupakan fakta kuat terhadap rendahnya kualitas kehidupan masyarakat Papua. Namun di atas segalanya, membangun kepercayaan antara kepemerintah dengan masyarakat Papua, sangatlah penting, agar persepsi negatif bisa diganti menjadi rasa saling percaya sebagai modal untuk solusi menyeluruh terhadap persoalan Papua.


Tim Transisi Jokowi-JK, kata Hasto, menaruh perhatian penuh atas masalah Papua tersebut. Hal ini juga tercermin dari perhatian Jokowi yang memprioritaskan datang ke Papua sebanyak dua kali pada saat kampanye pemilu yang lalu.

"Pendekatan komprehensif akan terus dijalankan. Dialog adalah kunci membangun kepercayaan, dan pada saat bersamaan, memastikan tidak ada lagi tindak kekerasan. Sebab tugas negara untuk melindungi seluruh warga negaranya," tegas wakil Sekjen DPP PDIP ini.

Atas dasar hal tersebut, Jokowi akan menempatkan salah satu prioritas kunjungannya ke Papua, tak sekadar menunjukkan kepedulian terhadap Papua. Tetapi sekaligus merintis pengembangan dialog yang bersungguh-sungguh antara pemerintahan Jokowi dengan masyarakat asli Papua untuk menuntaskan secara bertahap luka-luka politik lama yang masih membekas. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya