Berita

boy sadikin/net

Boy Sadikin Sangat Pantas dan Tepat Jadi Pendamping Ahok di Jakarta

KAMIS, 28 AGUSTUS 2014 | 14:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jabatan wakil gubernur untuk menggantikan Basuki Tjahja Purnama yang menjadi Gubernur setelah Jokowi menjadi Presiden Terpilih sudah seharusnya diisi kader terbaik PDI Perjuangan.

"Sudah seharusnya posisi wagub yang kosong diisi oleh partai pengusung yg memenangkan Pilgub tersebut. Dalam hal ini  PDIP yang pada waktu itu memperoleh 11 Kursi dan Gerindra 6 Kursi," kata mantan Setgab Jakarta Baru pendukung Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012, Afriansyah Noor, beberapa saat lalu (Kamis, 28/8).

Ferry, begitu ia disapa, meminta kepada  kedua PDI Perjuangan dan Gerindra partai tersebut segera menentukan siapa kandidatnya. Tentunya melalui musyawarah mufakat dan berdasarkan konstitusi yang berlaku.


Mantan Panglima Brigade Hizbullah, organisasi sayap Partai Bulan Bintang 2005-2010 ini menegaskan bahwa ini merupakan bentuk urun saran demi Jakarta yang lebih baik. Dan sudah sepantasnya Gerindra harus bisa legowo.

"Sebagai  relawan yang punya kepentingan agar DKI Jakarta  lebih baik secara politik dan pemerintahan sepantasnya diisi kader PDI-P yang terbaik. Kenapa begitu? Karena Ahok perwakilan Gerindra," kata pria kelahiran Jambi, 43 silam ini.

"Agar tidak terjadi perselisihan yang berkepanjanh Gerinda tidak boleh serakah dan harus legowo menerima keputusan tersebut," imbuhnya.

Ferry pun menilai sosok Boy Sadikin sangat  tepat menjadi wagub pendamping Ahok. Putra mantan Gubernur DKI Ali Sadikin itu dipandang Ferry dapat bekerjasam dengan Ahok memajukan Jakarta.

"Beliau (Boy Sadikin) Insya Allah bisa membantu  dan saling bahu membahu dengan Gubernur Ahok  membangun Jakarta Baru yang lebih baik. Pengalaman beliau di legislatif serta putra tokoh besar Gubernur DKI Ali Sadikin, memberi keyakinan saya, mereka bisa saling bekerjasama dengan baik," demikian Ferry. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya