Berita

luhut/net

Dikhawatirkan Indonesia Seperti Thailand atau Myanmar Bila Luhut Jadi Menko Ekonomi

KAMIS, 28 AGUSTUS 2014 | 02:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dengan segala kekurangan dan kelebihan, untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia boleh dikatakan sebagai negara paling demokratis. Proses demokrasi Indonesia pun selalu mendapat perhatian, dan pujian, dari berbagai belahan negara.

Kini, setelah menjalani proses Pilpres, bukan berarti ujian demokrasi telah usai. Komitmen pada konsolidasi demokrasi akan diuji terus menerus, tanpa henti. Beberapa negara membuktikan, negara yang sudah berada dalam posisi demokratis sekalipun bisa jatuh ke bandul otoritarisme.

Kini, ujian proses demokratisasi itu bernama komposisi kabinet. Pemerintahan Jokowi-JK akan ditagih komitmen dan keberpihakannya, dengan menunjukkan calon-calon menteri, yang bukan saja demokratis, namun juga harus mencerminkan nilai substansial demokratis dengan menempatkan orang sesuai dengan kemampuan dan kapabilitasnya.


Dalam hal inilah, sejumlah orang mengkhawatirkan nama Luhut Panjaitan yang mulai disebut sebagai calon Menko Perekonomian. Mereka bukan tak suka pada Luhut, melainkan menilai kurang pas saja bila Jenderal Angkatan Darat ini memimpin bidang ekonomi, lebih-lebih sebagai koordinatornya.

Salah-salah, Indonesia akan menjadi seperti pemerintahan transisi Thailand atau Myamnar, yang persoalan ekonominya dipegang dan dikendalikan para jenderal.

Karena itu, gejolak menolak nama Luhut bisa saja membesar. Dan tentu saja, ini akan berimbas pada pemerintahan Jokowi-JK, yang juga saat ini sedang menghadapi masalah ekonomi yang sangat berat; bukan semata persoalan defisit transaksi maupun investasi yang mandeg, melainkan juga yang kini dirasakan rakyat banyak terkait dengan pembatasan subsidi bahan bakan minyak (BBM). [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya