Berita

yudi latif/net

Yudi Latif Yakin Revolusi Mental Bisa Wujudkan Trisakti

RABU, 27 AGUSTUS 2014 | 14:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Revolusi Mental Jokowi-JK bisa wujudkan mental inovatif serta menumbuhkan rasa nasionalisme bagi setiap warga negara. Bahkan Revolusi Mental juga mampu mewujudkan Trisakti; berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Demikian keyakinan pakar keagamaan dan kebudayaan, Yudi Latif. Dalam bidang ekonomi, Yudi menjelaskan lebih lanjut, Revolusi Mental membangun kesadaran untuk menghargai ciptaan dan produk dalam negeri. Sebab selama ini, rakyat kerap menganggap produk yang datang dari luar negeri sebagai yang paling baik.

"Ini masalah serius. Kita mestinya lebih percaya terhadap kreativitas dalam negeri," kaya Yudi, yang menulis dua buku Negara Paripurna dan Mata Air Keteladanan, beberapa saat lalu (Rabu, 27/8).


Dalam bidang politik, lanjut Yudi, Revolusi Mental akan mendorong Indonesia membangun sistem hukum dan sistem politik yang sesuai dengan konteks sosial dan budaya nasional. Sebab selama ini, rakyat dengan mudah mengadopsi sistem yang datang dari luar sembari mengabaikan khazanah pemikiran yang tumbuh dan berkembang di antara para ilmuan nasional.

"Saatnya, kita menggali sistem hukum dan politik yang sesuai dengan jati diri bangsa," tegas Yudi.

Sementara dalam bidang budaya, lanjut pengajar di Universitas Paramadina ini, Revolusi Mental akan membangun karakter yang akan memperkuat kemanusiaan dan keadaban. Dan Indonesia misalnya, bisa mengembangkan model Bali yang dapat menarik perhatian wisatawan asing dengan mengetengahkan khazanah kebudayaan.

"Kita punya banyak khazanah kebudayaan yang dapat membangun kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa," demikian Yudi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya