Berita

jokowi/net

Tiga Hal Ini Jadi Modal Jokowi Memimpin Indonesia

RABU, 27 AGUSTUS 2014 | 13:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, sementara pihak masih mempertanyakan kemampuan Jokowi dalam memimpin Indonesia.

Namun demikian, kata pengamat sosial-politik dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Amal Tomagola, ada tiga hal mengapa publik Indonesia harus optimis dengan kepemimpinan Jokowi.

Pertama, ungkap Tamrin, Jokowi mempunyai kompetensi profesional. Dan ini sudah terekam dari pengalamannya sebagai pengusaha mebel, yang akan menjadi modal bagi Jokowi dalam memimpin Indonesia dengan manajemen yang tertatapi rapi.


Alasan kedua, lanjutnya, Jokowi mempunyai kompetensi moral. Selama memimpin Solo dan DKI Jakarta, Jokowi telah mampu membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang jujur, sederhana, dan merakyat.

"Itu kekuatan moral yang luar biasa. Bermodalkan moralitas, Jokowi mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya," kata Tamrin beberapa saat lalu (Rabu, 27/8).

Ketiga, masih kata Tamrin, Jokowi mempunyai kompetensi spritual. Meskipun ia mempunyai jabatan tinggi, tapi tetap menjaga tradisi dan budaya.

"Ia dikenal sebagai pemimpin yang ojo dumeh, handap asor dan tidak menepuk dada. Itu spiritualitas yang melekat dalam dirinya," lanjut Tamrin, sambil juga mengingatkan publik bahwa memang tantangan yang dihadapi Jokowi dalam memimpin negeri tidak mudah.

"Karenanya, publik harus tahu ada janji-janji kampanye Jokowi yang bisa dilaksanakan segera, tapi ada juga yang membutuhkan waktu," tandasnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya