Berita

Tamrin Amal Tomagola/net

Politik

MENANTI KABINET JOKOWI-JK

Relawan Boleh Kasih Masukan Tapi Harus Tahu Batas

SELASA, 26 AGUSTUS 2014 | 15:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Fenomena Relawan cukup menarik dan signifikan dalam Pilpres 2014. Karena itu juga, relawan dapat dijadikan sebagai aktor penting dalam kemenangan Jokowi-JK.

Karena itu, pengamat sosial-politik dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Amal Tomagola, sangat menyambut baik keterbukaan Jokowi-JK yang meminta para relawan untuk terus terlibat dalam mengawal dan memberi masukan terhadap pemerintahannya dan Tim Transisi yang saat ini bekerja mempersiapkan konsep dan pemikiran dalam kepemimpinannya nanti

Menurut Thamrin, atas keterbukaan Jokowi tersebut, relawan mesti menyambutnya dengan memberi masukan yang berorientasi pada permasalahan dan langkah-langkah konkret yang bisa dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan. Tetapi, satu hal yang harus digarisbawahi bahwa relawan tidak boleh memaksakan kehendak dan mendiktekan keinginannya kepada Jokowi-JK.


"Relawan harus tulus membantu Jokowi-JK, tanpa ada intensi jabatan di belakanganya," kata Thamrin beberapa saat lalu (Selasa, 26/8

Dalam hal ini, ungkap Thamrin, relawan juga mesti tahu batas karena rakyat sudah memberikan amanah sepenuhnya kepada Jokowi-JK. Demikian pula, kebijkan-kebijakan strategis terkait dengan program unggulan dan penyusunan kabinet merupakan hak prerogratif Presiden, dan relawan tidak perlu memaksakan keinginannya.

"Termasuk dalam hal Rumah Transisi adalah hak prerogratif Presiden. Relawan bisa memberikan masukan, tapi tidak boleh memboikot dan memaksa," demikian Thamrin. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya