Berita

Imam Prasodjo

Wawancara

WAWANCARA

Imam Prasodjo: Momentum Pendaftaran Calon Pimpinan KPK Kalah Sama Pilpres

SENIN, 25 AGUSTUS 2014 | 09:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bukti sampai saat ini, hanya dua orang yang mendaftar ke panitia seleksi (pansel) pimpinan KPK.

“Ini masih dalam tahap awal, sehingga belum banyak yang mendaftar. Kami yakin akan banyak peminat,’’ kata Juru Bicara Pansel Calon Pimpinan KPK, Imam Prasodjo, kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Imam Prasodjo, pihaknya yakin tidak ada calon yang dititipkan oleh pihak manapun.


”Kalau ada orang yang memaksakan kehendak jadi calon pimpinan KPK, kami bisa teriak,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Kenapa masih sepi peminat?

Momentumnya masih kalah dengan sengketa pilpres lalu. Tidak terlalu banyak masyarakat dan media yang memperhatikan. Padahal sosok yang akan menggantikan Busyro sangatlah penting. Jangan sampai yang mendaftar tidak punya kapasitas dan kredibilitas.

Apa cukup waktu yang disediakan?
Kita lihat nanti saja, 4 September mendatang mulai seleksi administrasi. Setelah itu diumumkan yang memenuhi persyataran. Nanti kami buka ke masyarakat untuk memberikan penilaian dan masukan. Mulai dari tes tertulis, simulasi dan beragam tes yang akan dilalui.

Apa pansel melakukan kerja sama dengan pihak lain?

Ya. Di antaranya dengan pihak intelijen dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Ke depannya, mungkin bekerja sama dengan Non Goverment Organisations yang konsen dalam persoalan pemberantasan korupsi. Informasi dari mereka sangat kami butuhkan.

Pansel sebelumnya apa bisa memberikan rekomendasi?

Nanti akan kami rapatkan hari Senin. Pansel yang sebelumnya bisa mengimbau tanpa ada ikatan. Maksudnya agar jangan sampai ditafsirkan berbeda. Yang lebih bagus jika masyarakat yang memberikan rekomendasi.

Apa ada intervensi?
Kalau intervensi sudah pasti ada. Tapi intervensinya berasal dari masyarakat. Saran mereka merupakan intervensi. Sebab, masyarakat berhak melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi kepada setiap calon. Tapi kalau ada intervensi dari pihak lain, saya akan menggelar konferensi pers.

Tidak khawatir ada calon titipan?
Pansel tentu bukan dengan mudah menerima titipan. Pansel tidak sendirian, ada banyak unsur dan mempunyai latar belakang yang berbeda. Kalau ada orang yang memaksakan kehendak, kami bisa teriak.

Apa ada pembagian tugas di pansel?
Tidak ada pembagian tugas. Mungkin hanya ada pembagian kelompok diskusi.
Hanya saya yang diberikan kewenangan secara kolektif memberikan informasi ke publik.

Anggota DPR yang baru yang melakukan fit and proper test?
Memang sudah pasti anggota DPR yang baru yang akan memilih. DPR nanti memilih satu dari dua calon yang lebih baik dan lebih tepat. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya