Berita

Dradjad Wibowo

Wawancara

WAWANCARA

Dradjad Wibowo: Jangan Ditafsirkan Seolah-olah Eksekutif & Legislatif Akan Bentrok

SENIN, 25 AGUSTUS 2014 | 09:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah Jokowi-JK diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pemenang Pilpres 2014, koalisi permanen yang digagas Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta Rajasa dikabarkan mulai goyah. Beberapa partai diisukan bakal mbelot mendukung Jokowi-JK. Bahkan, perang urat saraf terus dilancarkan beberapa elite partai pendukung Jokowi-JK.

Misalnya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani menyebut, PAN dan Demokrat yang berada di barisan Prabowo-Hatta, akan segera berlabuh ke koalisi PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura mendukung pemerintah. “Demokrat dan PAN yang siap bersama kami, karena selama ini tidak ada masalah dengan kami. Karena mereka bisa mengatakan mendukung Jokowi-JK,” kata Puan, di Gedung DPR, Jakarta.

Namun, pernyataan politik putri Megawati Soekarnoputri ini memantik protes dari elite Demokrat dan PAN. Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad Wibowo secara tegas menepis kabar soal kesiapan partainya masuk ke koalisi Jokowi-JK.


“Komunikasi secara organisasi tidak, komunikasi secara individu itu saya tidak tahu. Mungkin silakan tanyakan ke yang mengklaim saja,” kata Dradjad, dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya pernyataan politisi yang dulu dikenal sebagai ekonom kritis ini.

Anda benar-benar yakin kalau tidak ada komunikasi dantara PDIP dan PAN untuk mendukung Jokowi-Jk setelah putusan MK?
Saya sama sekali tidak mengetahui terkait adanya komunikasi secara individu antara Jokowi dengan eliet PAN. Sejauh ini tidak ada pembahasan di internal PAN untuk keluar dari koalisi permanen Merah Putih.

Selain Puan, Jokowi juga menyatakan hal serupa...
Mas Jokowi mengatakan seperti itu, saya tidak tahu siapa yang menjalin komunikasi.

Kalau Anda menyatakan sikap bahwa PAN akan tetap berada di barisan Koalisi Merah Putih, maka PAN akan sungguh-sungguh menjadi oposisi pemerintahan Jokowi?
Koalisi Merah Putih memang mayoritas di legislatif. Tapi, jangan ditafsirkan seolah-olah eksekutif dan legislatif nanti bentrok, tidak. Jangan juga ditafsirkan DPR asal mengganggu saja, tidak.

Tapi pasti akan melakukan kontrol yang ketat kan?
Salah satu fungsi DPR adalah pengawasan dalam kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Sebab, tidak semua kebijakan yang dikeluarkan pemerintah itu pro rakyat. Kebijakan-kebijakan yang pro rakyat didukung, yang tidak pro rakyat ²harus dikoreksi² di parlemen.

Anda bisa menyebut hal apa yang nanti akan jadi konsen pertama pengawasan Koalisi Merah Putih terhadap pemerintahan Jokowi?
Salah satu kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang perlu dikoreksi ke depan adalah, soal kebijakan kenaikan harga BBM. Misalkan, kita sudah dengar Mas Jokowi dalam kampanye akan naikkan BBM walau disampaikan kalangan terbatas tapi sudah diberitakan. Tentu ini harus dikoreksi Koalisi Merah Putih di parlemen supaya masyarakat tidak dirugikan.

Soal menaikkan BBM bisa jadi ujian pertama Jokowi?
Memang, kenaikan harga BBM menjadi salah satu tugas dan ujian pertama pemerintahan Jokowi-JK.

Sebab, BBM merupakan kebutuhan yang sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Salah satu tantangan berat pemerintahan Jokowi-JK adalah kenaikan BBM. Karena akan berimbas kepada perekonomian ke depan.

Apa ini juga ujian bagi PDIP yang selama pemerintahan SBY terus menolak kebijakan menaikkan harga BBM?
Ya, tentu sikap PDIP di parlemen juga akan jadi pertaruhan. Ini ujian pertama pemerintahan Jokowi-JK, bagaimana mereka mengambil kebijakan. Perlu tindakan non populis, apakah itu akan menguntungkan rakyat atau kapitalis tertentu. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya