Berita

12 Pas!

Bundesliga, Liga Juara yang Membosankan

SENIN, 25 AGUSTUS 2014 | 09:57 WIB | OLEH: HAIFA INAYAH

PIALA dunia 2014 telah berakhir dua bulan lalu dengan mengantarkan Jerman keluar sebagai kampiun. Tidak mengejutkan memang, mengingat Jerman memiliki semua syarat yang dibutuhkan untuk bisa menjadi juara dunia: para pemain yang apik hampir di semua lini, taktik yang jenius hingga kedisiplinan para pemain dalam menjaga posnya masing-masing hingga Jerman bermain hampir nol persen kesalahan saat itu.

Namun tampaknya, kecemerlangan ini hanya menguntungkan bagi pelatih Joachim Loew, dan tidak bagi klub-klub yang berlaga di liga nomor wahid di Jerman, Bundesliga. Liga yang baru saja dimulai kemarin (Minggu, 24/8) ini sejatinya menampilkan pertandingan-pertandingan seru dari sang kampiun juara dunia. 18 klub Jerman yang berlaga akan adu kuat, adu taktik hingga ada skill individu untuk bisa meraih gelar juara Jerman 2014/2015.

Sayangnya, kekhawatiran tiba-tiba merebak di kalangan penikmat Bundesliga. Sumbernya adalah, karena dalam beberapa tahun belakangan ini Bundesliga hanya identik dengan dua nama besar: FC Bayern Munchen dan Borrusia Dortmund. Hal ini makin jelas terlihat ketika 11 dari 23 skuad yang diboyong pelatih timnas Jerman, Joachim Loew ke Brazil adalah pemain dari kedua klub tersebut.


Begitupun dalam hal perebutan gelar juara. Borrusia Dortmund terakhir kali memenangkan gelar juara Bundesliga berturut-turut pada tahun 2011 dan 2012 dan sejak saat itu hingga sekarang, Bayern Munchenlah yang langganan memboyong gelar. Jika ditarik ke belakang, dominasi ini memang baru dimulai lima tahun lalu. Di tahun 2009, Bundesliga justru memiliki tabel juara yang paling tidak bisa diprediksi. Klub-klub seperti Wolfsburg, Bremen, Stuttgart bisa bergantian mengisi puncak tangga juara. Namun tak ayal, kondisi ini tampak mengkhawatirkan bagi para pengamat sepakbola.

"Jika hal ini terus terjadi, Bayern Munchen akan menjadi satu-satunya klub super di Bundesliga dan hal ini tidak baik untuk liganya sendiri," ucap Ahmed Yussuf, seorang pengamat sepakbola asal Australia.

Kekhawatiran ini makin beralasan, mengingat kedua klub itu, khususnya Bayern Munchen, memiliki kekuatan finansial yang mumpuni. Meraih gelar treble musim lalu mendudukkan nama Bayern Munich sebagai klub terkaya keempat di dunia, di bawah Manchester United, Real Madrid dan Barcelona. Ketimpangan terlihat ketika tak ada lagi nama klub Jerman dalam daftar 10 klub terkaya yang dirilis Forbes tersebut. Barulah di urutan ke sebelas dan dua belas muncul nama Borrusia Drotmund dan Schalke 04. Itupun dengan angka kekayaan yang jauh dibawah Bayern dimana masing-masing hanya berharga senilai 600 juta dolar AS dan 580 juta dolar AS, sedangkan Bayern bertengger di angka 1,850 juta dolar AS.

Dengan modal finansial yang berlimpah ini, Bayern Munchen bisa dengan mudah mendatangkan pemain-pemain yang jadi ikon di klub-klub sebelumnya. Lihat saja Mario Goetze dan Robert Lewandowski yang sudah jadi kesayangan publik di Signal Iduna Park. Jadi rasanya, beralasan memang jika kemudian Bundesliga diprediksi akan makin membosankan, jika kondisi seperti ini terus berlanjut.[***]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya