Berita

prabowo-jokowi/rm

Politik

MA Tidak Mungkin Menangkan Uji Materi Prabowo-Hatta

MINGGU, 24 AGUSTUS 2014 | 22:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Santer tersiar kabar Tim Prabowo-Hatta akan mengajukan permohonan uji materi terhadap Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) ke Mahkamah Agung (MA).

Mantan hakim agung Asep Iwan Iriawan menilai rencana tim Prabowo-Hatta itu seperti menegakkan benang yang basah, alias tidak mungkin berhasil. Alasannya, MA tidak mungkin menyaingi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah memberi putusan terhadap keberadaan DPK dan DPKTb.

Kewenangan MA, jelasnya, menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. Sedangkan kewenangan MK mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) atau konstitusi.


"Kalau sudah dihadapan konstitusi saja tidak ada masalah apalagi di hadapkan pada undang-undang," kata Asep baru-baru ini.

Menurutnya, untuk masalah DPK dan DPKTb, MK telah gamblang menyatakan tidak mempermasalahkan kedua alat pelengkap pemilu tersebut melalui putusan sengketa hasil Pilpres 2014. Dengan kata lain, pakar hukum pidana tersebut mengatakan bahwa status hukum DPK dan DPKTb sudah final sejak tidak dipermasalahkan oleh MK. Sehingga menurutnya, pengajuan uji materi tersebut dipastikan tidak akan dikabulkan MA.

"Kemungkinan menangnya bukan lagi kecil, tapi tidak mungkin menang," pungkas Asep seperti dilansir Jawa Pos.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya