Berita

nepal/net

Dunia

35 Ribu Orang Nepal Pecahkan Rekor Bendera Manusia Pakistan

MINGGU, 24 AGUSTUS 2014 | 18:29 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sekitar 35.000 orang berkumpul untuk membentuk bendera nasional manusia Nepal terbesar di dunia guna memecahkan rekor internasional pada Sabtu (23/8).

Saat lagu kebangsaan Nepal dikumandangkan, para peserta pemecah rekor bergegas mengangkat karton berwarna merah, biru, dan putih di lapangan terbuka di pusat Kota Kathmandu. Katon-katon yang diangkat kemudian membentuk gambar bendera Nepal dengan sempurna. Saking gembira, para peserta pemecah rekor ini berteriak "Nepal" diakhir lagu kebangsaan dan melempar katon yang mereka bawa.

"Ide kami ini untuk menyebarkan pesan bahwa semua warga negara kita bersatu di bawah satu bendera," kata Bhawesh Khanal, Direktur Nilai Kemanusiaan bagi Perdamaian dan Kesejahteraan, sebuah kelompok yang mempelopori acara tersebut, seperti dilansir AFP (Minggu, 24/8).


Khanal melanjutkan bahwa pihaknya saat ini akan mengajukan klaim dengan bukti foto dan video ke markas Guinness World Records di London. Mereka berharap Guinness World Records memberikan keputusan pada pengajuan mereka dalam waktu dua bulan.

Saat ini, rekor bendera nasional manusia terbesar di dunia dipegang oleh Pakistan. Pada Februari 2014, sebanyak 28.957 warga Pakistan berkumpul di Lahore dan berhasil membuat bendera nasional manusia Pakistan. [ian]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya