Berita

Espen Barth eide/net

Dunia

Eks Menlu Norwegia Jadi Penasihat Khusus PBB di Siprus

MINGGU, 24 AGUSTUS 2014 | 11:16 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sekjen PBB, Ban Ki Moon telah menunjuk mantan Menteri Luar Negeri
Norwegia, Espen Barth Eide sebagai Penasihat Khususnya di Siprus.

Dalam pernyataan PBB (Sabtu, 23/8), penunjukan Eide merupakan langkah
Ban guna mengisi kekosongan posisi yang sebelumnya ditempati mantan Menlu Australia, Alexander Downer, yang mengundurkan diri pada April
lalu.

lalu.

Seperti dikutip Xinhua, pada posisi barunya Eide akan dihadapi dengan salah satu masalah internasional, yaitu membantu Siprus Yunani dan Siprus Turki dalam mencapai kesepakatan untuk menyatukan kembali pulau Mediterania timur.

Perlu diketahui, pulau Mediterania timur telah terpisah sejak tahun 1974. Siprus Turki memegang wilayah Utara, sedangkan Siprus Yunani wilayah Selatan.

Meski Eide adalah seorang pendatang baru dalam masalah Siprus, kepercayaan sebagai seorang politisi berpengalaman dan ahli dalam pembuatan perdamaian membuat PBB tak ragu menunjuknya sebagai Penasihat Khusus.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Norwegia 2012-2013, Eide
juga pernah menjabat posisi tinggi lainnya selama 10 tahun di pemerintah Norwegia, termasuk sebagai Menteri Pertahanan 2011-2012.

Selain itu, Eide merupakan seorang peneliti senior di Direktur Riset di Institut Norwegia Urusan Internasional, yang mengkhususkan diri dalam pemeliharaan perdamaian, pembangunan perdamaian dan masalah keamanan regional dan global.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya