Berita

Dunia

Foto Selfie Monyet Indonesia jadi Rebutan Wikipedia dan Fotografer AS

SABTU, 23 AGUSTUS 2014 | 18:21 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Badan Hak Cipta AS (USCO) telah merilis sebuah aturan baru pasca perdebatan kepemilikan foto selfie monyet.

Dalam aturan baru tersebut, ditetapkan bahwa binatang, hantu atau makhluk hidup selain manusia tidak bisa memegang hak cipta atas
gambar.

USCO yang merujuk sebuah foto monyet untuk menjelaskan, mengatakan bahwa bekerja dengan hewan non manusia tidak akan dilindungi oleh hak cipta.

USCO yang merujuk sebuah foto monyet untuk menjelaskan, mengatakan bahwa bekerja dengan hewan non manusia tidak akan dilindungi oleh hak cipta.

"Kami tidak bisa mendaftarkan karya yang dihasilkan oleh alam, hewan atau tumbuhan. Demikian juga, kami tidak bisa mendaftarkan karya yang konon diciptakan oleh makhluk hidup selain manusia atau supranatural," begitu pernyataannya, seperti dikabarkan Independent.

Aturan ini muncul setelah seorang fotografer Inggris, David Slater, menyatakan bahwa Wikipedia telah berulang kali menolak untuk menghapus foto yang diambil dari situs miliknya.

Gambar tersebut adalah foto selfie yang diambil oleh monyet dengan kameranya. Saat berkunjung ke hutan di Sulawesi, Indonesia, 2011 lalu, Slater mengatakan telah menghabiskan waktu selama tiga hari dengan monyet dan menyiapkan kamera sebelum mengizinkan monyet untuk menekan tombol di atasnya.

Namun pihak Wikipedia mengatakan bahwa Slater tidak memiliki hak cipta untuk itu karena bukan dirinya yang mengambil foto tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya