Berita

harper/net

Kanada Larang Wartawan Xinhua Buntuti PM Harper

SABTU, 23 AGUSTUS 2014 | 11:56 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Kanada melarang wartawan dari kantor berita nasional Tiongkok, Xinhua News Agency, dan koran milik Partai Komunis Tiongkok, People's Daily, bergabung dalam perjalanan Perdana Menteri Stephen Harper ke Arctic beberapa hari mendatang.

Dikabarkan CBC.ca, larangan itu terjadi tatkala hubungan antara kedua negara itu sedang mengalami ketegangan.

Pemerintah Kanada baru-baru ini menuduh hacker asal negeri Tirai Bambu itu menginfiltrasi sistem komputer dari penelitian dan pengembangan sebuah organisasi di Kanada, meski Tiongkok telah menyangkalnya.


Hanya beberapa hari kemudian, pihak berwenang di Tiongkok menangkap beberapa warga negara Kanada karena dicurigai telah mencuri riset pertahanan militer dan nasional, yang merupakan rahasia negara. Saat ini mereka masih berada di dalam tahanan.

Keputusan untuk tidak mengijinkan wartawan dari dua kantor berita tersebut dalam perjalanan Harper juga berasal dari sebuah insiden perjalanan PM Harper tahun lalu ke Kutub Utara.

Saat itu, wartawan People's Daily, Li Xuejiang, mendorong jurubicara Harper, Julie Vaux, yang mencegahnya untuk bertanya. Hal ini dianggap telah mendiskriminasikan wartawan Tiongkok.

Bahkan, Duta Besar Kanada untuk China 2009-2012, David Mulroney, menyebut wartawan di Tiongkok sangat agresif selama beberapa waktu terakhir. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya