Presiden terpilih Joko Widodo meminta relawan tetap menjadi bagian dari pemerintahannya sebagai tangan-tangan pemerintah. Sehingga aspirasi yang berkembang di masyarakat bisa didengarkan dan diwujudkan.
Demikian diungkapkan Jokowi saat menghadiri acara Musyawarah Relawan Nusantara di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jumat (22/8).
Kehadiran Jokowi untuk bersilaturahmi dengan para relawan dari berbagai daerah sekaligus meresmikan acara Musyawarah Relawan Nusantara yang berlangsung pada Kamis-Jumat, (21-22/8).
Kehadiran Jokowi di acara Musyawarah Relawan Nusantara tersebut merupakan kegiatan pertama Jokowi dengan relawan pasca ditetapkannya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan yang diajukan tim kuasa hukum Prabowo-Hatta.
Dalam sambutannya di hadapan enam ratusan relawan, Jokowi berpesan supaya relawan terus melihat dan mendengar fakta-fakta yang ada di daerah dan di lapangan.
"Infokan semua masalah-masalah itu ke pusat. Dengan demikian relawan telah menjadi tangan-tangan pemerintah," kata Jokowi, yang juga menyadari bahwa pemerintahannya tidak dapat dilaksanakan oleh segelintir orang saja sehingga diharapkan ada partisipasi aktif para relawan dan rakyat Indonesia.
"Atas dasar itu pula pemerintah akan mengedepankan pembangunan yang sifatnya partisipatif dengan melibatkan berbagai pihak agar rencana pembangun berjalan sesuai yang diinginkan," ungkap Jokowi.
Inisiator acara Musyawarah Relawan Nusantara Ammarsjah menjelaskan memenangkan pasangan Jokowi -JK sebagai presiden RI adalah langkah awal. Selanjutnya relawan harus tetap mengawal jalannya pemerintahan Jokowi-JK dengan mengedepankan nilai-nilai kritis kebangsaan.
"Kerja-kerja konkret dan produktif yang akan dilakukan para relawan. Di antaranya tetap merapatkan barisan demi menjaga sinergitas dukungan yang kuat dari masyarakat sehingga visi, misi dan program akan berjalan efektif," ujar Ammarsjah. [ysa]