Berita

jokowi-jk/net

Pendukung Prabowo-Hatta Berbalik Arah Memuji Jokowi-JK

JUMAT, 22 AGUSTUS 2014 | 07:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kemenangan Jokowi-JK memang dikehendaki oleh mayoritas rakyat sehingga tidak ada cara lain bagi Prabowo-Hatta selain menerima dengan legowo.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi. Ari juga berpandangan, penilaian rakyat atas sikap Prabowo-Hatta dan gerbong besar elit-elit pendukungnya selama ini tak ubahnya seperti anak kecil yang tidak rela mainannya dipinjam oleh anak lain.

"Publik akan semakin antipati melihat kengenyelan dan kengototan tanpa dasar terhadap elit-elit Merah Putih," kata Ari kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 22/8).


Pernyataan Ari ini terkait dengan tim koalisi Merah Putih yang masih mencari celah gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negar (PTUN), laporan pidana ke Mabes Polri bahkan berupaya menggalang kekuatan politik di parlemen melalui Panitia Khusus DPR, setelah MK sudah menolak gugatan dan setelah sebelumnya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga mementahkan gugatan.

Sehingga sepertinya, tidak ada habisnya gugatan padahal publik menilai dan proses hukum di MK sudah bersifat final dan mengikat.

Ari, yang juga pengajar Program Pascasarjana di UI, Universitas Diponegoro, Universitas Persada Indonesia YAI dan Universitas Dr Soetomo ini mengamati bahwa kini pendukung Prabowo-Hatta berbalik arah memuji Jokowi-JK setelah mengamati kesantunan berpolitik yang ditampilkan Jokowi-JK. Prinsip menang tanpa ngasorake, kalah tanpo bolo (menang dengan tidak menunjukkan kesombongan dan kalah dengan sikap arif) ditunjukkan oleh Jokowi.

"Seharusnya, Prabowo-Hatta memberikan pembelajaran politik yang cerdas dengan menerima kekalahan. Kemenangan dan kekalahan dalam demokrasi adalah hal biasa," demimian Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya