Berita

Yudi Latif/net

Politik

Yudi Latif: Hakikat Politik Adalah Membuat Warga Negara Bahagia

KAMIS, 21 AGUSTUS 2014 | 20:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hakikat politik adalah membuat warga negaranya bahagia. Karena itu, tujuan berpolitik bukan semata meraih kekuasaan, tapi memastikan kekuasaan itu digunakan untuk kebajikan dan kebahagian semua warga negara.

Demikian disampaikan intelektual Yudi Latif dalam acara Halal Bilhalal dan Silaturahmi Tokoh Pemuda Nasional dengan tema "Politik yang Berkebudayaan" yang digelar di Sekretariat Taruna Merah Putih, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta (Kamis, 21/8).

Dalam hal politik yang berkebudayaan, Yudi menegaskan bahwa ada tiga karakternya. Pertama, meletakkan kepentingan politik di atas nilai-nilai kebajikan. Politik harus berbasis nilai sehingga bermakna dalam kehidupan.


Kedua, lanjut Yudi, di satu sisi mengembangan ideologi partai sebagai haluan dan panduan yang subyektif, di sisi lain meletakkan pengalaman obyektif bersama dalam membangun bangsa. Pengalaman obyektif bersama ini penting sehingga meniadakan kepentingan partikular, dan menjadi alat ukur bersama untuk

"Sehingga yang Islamis atau nasionalis bisa memiliki kesamaan pandangan yang obyektif dalam mengatasi persoalan bangsa," ungkap Yudi.

Ketiga, masih kata Yudi, adalah mengembangkan keadilan horisontal-vertikal. Keadilan horisontal berarti keadilan untuk semua warga negara. Keadilan vertikal berarti pembangunan yang memikirkan masa depan generasi mendatang.

"Jangan sampai kita mapan dengan tingkat ekonomi 5 sampai 6 persen, tapi kita kehilangan banyak hal dari sumber daya alam untuk generasi mendatang," demikian Yudi.

Hadir dalam acara ini politisi Demokrat Achsanul Qasasi, politisi PKS Zulkiflimasnyah, politisi PAN Bima Arya Sugiarto, politisi Golkar Nusron Wahid, Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari. pebulutangkis Taufik Hidayat, ketua Umum HMI dan Ketua Umum GMKI. Hadir juga cendekiawan Yudi Latif yang menyampaikan orasi kebudayaan. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya