Berita

maruarar sirait/net

Politik

Ketum TMP: Politik Berkebudayaan Penting dalam Proses Revolusi Mental

KAMIS, 21 AGUSTUS 2014 | 19:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Budaya merupakan salah satu hal terpenting dalam membangun bangsa. Itulah mengapa salah satu ajaran Trisakti Bung Karno memasukkan elemen budaya, selain ekonomi dan politik.

"Budaya juga menjadi penting dalam proses revolusi mental," kata Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, dalam acara Halal Bilhalal dan Silaturahmi Tokoh Pemuda Nasional yang digelar di Sekretariat TMP, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta (Kamis, 21/8).

Hadir dalam acara bertema "Politik yang Berkebudayaan" ini intelektual Yudi Latif, politisi Demokrat Achsanul Qasasi, politisi PKS Zulkiflimasnyah, politisi PAN Bima Arya Sugiarto, politisi Golkar Nusron Wahid, Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari, pebulutangkis Taufik Hidayat, Ketua Umum HMI dan Ketua Umum GMKI.


Kembali ke Maruarar. Menurut Maruarar, salah satu karakter politik berkebudayaan adalah mengutamakan persatuan bangsa dan negara di atas perbedaan politik, agama, suku dan bahasa. Dan ini sudah dicontohkan dengan sangat berani dan bersejarah oleh generasi muda masa lalu lewat momentum yang bersejarah; Sumpah Pemuda 1928.

"Dalam politik yang berkebudayaan, kita tahu kapan harus bersaing, berkompetisi, dan kapan harus bersatu kembali demi kepentingan bangsa dan negara," ungkap Ara, biasa Maruarar disapa.

Ara pun yakin pesan moral politik berkebudayaan ini akan sampai ke pelosok-pelosok di daerah. Sebab tokoh yang hadir dalam acara ini adalah tokoh pemuda yang memiliki basis di seluruh Indonesia. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya