Berita

karen agustiawan/net

Bisnis

5 Kegagalan Karen Agustiawan Pimpin Pertamina

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 16:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Galaila Karen Agustiawan mundur dari Direktur Utama Pertamina. Beberapa pihak memuji prestasi yang ditorehkan Karen selama 6 tahun memimpin perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi pelat merah itu.

Karen dianggap membawa Pertamina ke peringkat 122 Fortune Global. Selain itu Karen juga tercatat sebagai salah satu dari 50 perempuan berpengaruh versi Fortune pada 2012.

Ketua Presidium Pusat jaringan Indonesia, Ade Andriansa, menilai prestasi Karen tidaklah berbanding lurus dengan kegagalan PT Pertamina mendongkrak usahanya selama beberapa tahun terakhir ini. Setidaknya, ada lima kegagalan Karen dalam memimpin Pertamina.  


"Impor minyak membengka. Pada tahun lalu impor minyak mentah dan BBM naik 27 persen menjadi 16 juta ton dari 12,5 juta ton pada 2012," kata dia kepada redaksi (Selasa, 19/8).

Selain itu, lanjut dia, Karen juga gagal memenuhi target produksi minyak. Produksi minyak pada 2014 hanya 254 ribu barel per hari atau 90,6 persen dari target yang ditetapkan 280,2 ribu barel per hari.  Di bawah kendali Karen, Pertamina mengalami kerugian dari bisnis penjualan gas elpiji tabung 12 kilogram sebesar Rp 6 triliun.

Kemudian, kerugian juga dialami dari penjualan solar kepada PT PLN. Dari penjualan solar ke PLN, Pertamina mengalami kerugian sangat fantastis, sebesar 45 juta dolar AS atau sekitar Rp 495 miliar.

"Kegagalan lainnya, kapasitas kilang minyak tak bertambah," papar dia.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya