Berita

jokowi/net

Ikatan Alumni Lemhanas 49 Dukung Ide Jokowi Bikin Tol Laut

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 15:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai negara kepulauan, sarana transportasi laut Indonesia harus solid dan massif. Demikian juga, infrastruktur pelabuhan sangat dibutuhkan.

Karena itulah, gagasan tol laut yang disampaikan Jokowi mendapat dukungan dari Ikatan Alumni Lemhannas XLIX (IKAL 49). Dukungan Lemhanas terhadap gagasan tol laut ini disampaikan dalam Forum Discussion Group dengan tema "Akselerasi Pembangunan dan Perwujudan Tol Laut Dalam Rangka Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (Selasa, 19/8).

Hadir dalam FGD tersebut  Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono,  Tenaga Profesional Bidang HI dan Diplomasi Negara Lemhannas Laksda TNI (Purn) Robert Mangindaan, Deputi Kepala BPPT Ridwan Djamaluddin, Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK Akbar Faisal dan Pakar Maritim Indonesia Prof. Dr. Hasyim Djalal.


Menurut Bambang, ide Jokowi ini sejalan dengan roadmap yang telah dirancang oleh Kementerian Perhubungan yang dinamakan Pendulum Nusantara. Menurutnya, ini akan terus dikembangkan pemerataan potensi antara Barat dan Timur.

Bambang menegaskan, untuk membangun semua potensi tentu harus mengembangkan prinsip antar moda dan ini butuh koordinasi antar moda. Saat ini yang dikembangkan adalah laut plus-plus. "Semua kita perkuat, kereta, darat dan semuanya. Jadi kita membangunnya harus secara totalitas dan komperhensif yang terintegrasi antar moda," kata Bambang.

Sat ini yang ditekankan lanjutnya, adalah satu konketivitas yang lebih kuat lagi untuk pengembangan semua sektor dari sisi ekonomi, sosial, budaya. "Dilihat dari kebutuhan semuanya, kita membutuhkan kapastitas yang lebih besar di laut," ujarnya.

Sementara Ketua IKAL 49, Boedhi Setiadjid, mengatakan Tol Laut bertujuan untuk mengembangkan ekonomi maritim, yaitu menjadikan laut sebagai basis konektivitas produksi dan pemasaran antar daerah di Indonesia dan regional, sehingga dapat menekan disparitas harga yang terjadi dengan menekan biaya transportasi dan logistik yang saat ini tinggi.

"Untuk membangun moda transportasi dengan konsep Tol Laut, pemerintah harus melibatkan pendanaan swasta dengan skema kemudahan perijinan  dan insentif, dalam menyediakan armada kapal, pelabuhan," ujarnya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya