Berita

presiden sby/net

Ternyata Pemerintahan SBY-Boediono Tak Mendukung Kesejahteraan Desa

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 14:30 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Niat dan semangat pemerintah untuk mensejahterakan basis pedesaan, yang juga menjadi janji capres, ternyata tidak didukung oleh pemerintahan SBY-Boediono secara maksimal.

Hal ini terlihat dari Nota Keuangan yang disampaikan SBY bahwa anggaran untuk desa hanya dialokasikan sebesar Rp 9,1 triliun, dengan jumlah desa menurut Kementerian Dalam Negeri sebanyak 72.944 desa.

"Kalau nota keuangan SBY sebesar Rp 9,1 triliun maka per desa hanya akan menerima Rp 125 juta," kata anggota Komisi IX dari Fraksi Golkar, Poempida Hidayatulloh, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 19/8).


Jelas saja, ungkap Poempida, nilai tersebut sangatlah minim dan tidak akan memberikan impact yang signifikan secara basis peningkatan kesejahteraan. Dan jika dana alokasi untuk desa ini dicairkan secara bertahap sampai sesuai dengan UU-nya maka angka yang pantas adalah di kisaran Rp 350 juta sampai Rp 500 juta per desa. berdasarkan pengalaman selama ini.

Dengan demikian, lanjut Poemoida, minimal alokasi dan untuk desa sekitar Rp 25,5 triliun sampai dengan Rp 36 trilun dari APBN. Kemudian untuk peningkatan kapasitas desa dan pemerintah desa, maka desa didampingi oleh fasilitator PNPM mandiri yang jumlahnya sekitar 25.387 orang, perlu juga disiapkan honor mereka setahun atau 16 bulan kedepan. Pendampingan ini ditujukan agar tidak terjadi penyalahgunaan dana tersebut.

"Saya berharap Pemerintahan yang sekarang masih dapat merevisi alokasi anggaran desa ini dan tidak ragu lagi memberikan dukungan penuh bagi pembangunan berbasis pedesaan yang sangat diharapkan ini," demikian Poempida. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya