Berita

presiden sby/net

Presiden SBY Harus Keluarkan Dekrit Ketika MK Jadi Seperti Keranjang Sampah

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 10:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Mahkamah Konstitusi (MK) ibarat keranjang sampah yang harus menyelesaikan semua persoalan.

Di antara persoalan itu misalnya, kata Koordinator Nasional Relawan Gema Nusantara, Muhammad Adnan, penyelenggara pemilu yang secara demonstratif berani melanggar UU seperti tidak melakukan rekomendasi Bawaslu di berbagai daerah.

Persoalan lain, ungkap Adnan, proses rekapitulasi suara yang oleh UU di berikan waktu 30 hari, melalui PKPU dibuat menjadi 13 hari sehingga berbagai temuan kecurangan saat proses rekapitulasi suara sedang berjalan tidak bisa diselesaikan di daerah dan di bawah ketingkat nasional. Sehingga juga muncul kecurigaan bahwa langkah KPU ini untuk mempersempit ruang gerak pasangan calon tertentu dan akhirnya semua persoalan dilimpahkan ke MK dengan hitungan ditolak karena kurang bukti.


Dalam keadaan yang sudah genting dan memaksa ini, kata Adnan beberapa saat lalu (Senin, 18/8), Presiden SBY sebagai kepala negara tidak boleh lagi hanya diam. SBY wajib turun tangan dan berperan aktif menyelamatkan dan meluruskan demokrasi konstitusional.

"SBY tidak lagi bisa menyatakan netral karena menyangkut persoalan hak hak konstitusional warga Negara yang menyangkut arah serta kelanjutan kehidupan berbangsa yang terancam buntu, deadclock. Dekrit Presiden bisa diambil presiden SBY sebagai solusi," demikian Adnan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya