Berita

ilustrasi/net

Aneh, Sumber Energi Indonesia Malah Digunakan untuk Kemajuan Bangsa Lain

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 08:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah selalu mengajak rakyat Indonesia untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). Ajakan ini bahkan sering disampaikan ketika harga BBM mau dinaikkan. Lalu memang pantaskan Indonesia menghemat BBM?

Sebagai negara produsen sumber-sumber energi primer yang besar, kata pengamat ekonomi The Institute for Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng, Indonesia ternyata bukan merupakan negara konsumen energi yang tinggi. Perkembangan industrialisaasi yang lamban dan bahkan mengarah pada deindustrialisasi merupakan salah satu factor yang menyebabkan konsumsi energi Indonesia masih sangat rendah.

Hingga saat ini, ungkap Salamuddin, Indonesia berada pada urutan 142 dalam konsumsi miyak per kapita. Konsumsi energi minyak Singapura 39 kali lebih besar dari Indonesia. Sementara konsumsi minyak per kapita AS 12 kali lebih besar, dan konsumsi minyak perkapita Malaysia 4 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.


Dalam hal konsumsi listrik, lanjut Salamuddin, Indonesia berada pada urutan 152 konsumsi listrik per kapita. Sementara itu, konsumsi listrik per kapita di AS mencapai 23 kali lebih besar, konsumsi listrik di Korea 18 kali lebih besar, konsumsi listrik di Singapura perkapita 15 kali lebih besar.

"Demikian pula halnya dengan konsumsi listrik perkapita Malaysia 6 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.  Di Indonesia masih banyak daerah-daerah terpencil yang sama sekali belum memperoleh akses terhadap energi listrik," kata Salamuddin beberapa saat lalu (Senin, 18/8).

Sebagai negara eksportir gar terbesar di dunia, masih kata Said, Indnesia berada pada urutan 78 dalam hal konsumsi gas perkapita. Konsumsi gas Indonesia 110 lebih kecil dibandingkan konsumsi gas perkapita Trinidad Tobago. AS sendiri mengkonsumsi gas perkapita 13 kali lebih besar, Singapura 10 kali lebih besar, dan konsumsi gas perkapita Malaysia 8 kali lebih besar.

Salamuddin melanjutkan, semikian halnnya juga dengan konsumsi energy batubara. Meskipun sangat kaya akan batubara namun bukan merupakan negara dengan konsumsi batubara yang besar karena sebagian besar batubara dialokasikan untuk pasar ekspor. China mengkonsumsi batubara 22 kali lebih besar dibandingkan Indonesia. AS mengkonsumsi batubara 6 kali lebih besar dibandingkan Indonesia. Sedangkan India mengkonsumsi batubara 4 kali lebih besar dibandingkan Indonesia.

Salamuddin pun akhirnya mengingatkan, bahwa tingkat komsumsi energi perkapita menentukan derajat kemakmuran masyarakat suatu negara.

"Anehnya sumber energi yang besar yang dimiliki Indonesia tidak digunakan untuk menopang perekonomian nasional dan mendukung kemakmuran rakyat namun digunakan untuk kemajuan bangsa lain dan hasil pengelolaannya lebih banyak dinikmati oleh pengusaha asing," demikian Said. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya