Sekitar 74 persen dari keluarga pengungsi Suriah menderita sejumlah kerawanan pangan.
Dikabarkan Xinhua, dalam sebuah laporan berjudul "Evaluasi kerentanan Suriah pengungsi di Lebanon" yang diterbitkan oleh komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, UNHCR, menyebutkan, salah satu sumber utama mata pencaharian bagi anggota
keluarga pengungsi Suriah adalah voucher makanan, yang membentuk 41 persen dari sumber daya.
Laporan itu mengatakan sekitar 70 persen keluarga yang terdaftar di UNHCR menerima voucher makanan secara teratur, dan sekitar 41 persen menerima peralatan rumah tangga, sementara sekitar 25 persen manfaat dari perawatan kesehatan rutin.
Laporan itu mengatakan sekitar 70 persen keluarga yang terdaftar di UNHCR menerima voucher makanan secara teratur, dan sekitar 41 persen menerima peralatan rumah tangga, sementara sekitar 25 persen manfaat dari perawatan kesehatan rutin.
Ia menambahkan bahwa 40 persen keluarga yang dengan tujuh atau lebih anggota dan 65 persen termasuk anak di bawah lima tahun.
Selama ini Lebanon dikenal sebagai satu-satunya negara tetangga Suriah yang tetap memberi pintu terbuka bagi para pengungsi. Menurut laporan terbaru PBB saat ini, setidaknya jumlah pengungsi Suriah di Lebanon telah melampaui 1,1 juta, dan diperkirakan akan mencapai 1,5 juta pada akhir tahun ini, kata laporan terbaru UNHCR.
[wid]