Berita

dolfie ofp/net

PDIP Kritik RAPBN 2015 yang Bisa Bebani Pemerintahan Mendatang

SABTU, 16 AGUSTUS 2014 | 13:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Baseline budget yang disampaikan dalam Pidato Penyampaian RUU APBN 2015 beserta Nota Keuangan oleh Presiden SBY sepertinya tidak terepnuhi. Sebab SBY hanya memperhitungkan kebutuhan pokok penyelenggaraan pemerintahan sehingga akan memberikan ruang fiskal yang luas kepada pemerintahan baru.

"Baseline Budget yang hanya terbatas pada alokasi belanja senilai Rp 1.762 triliun, sama dengan besaran pendapatan negara, yang tanpa defisit. Dalam RAPBN 2015, anggaran belanja telah mencapai defisit sebesar Rp 257,5 triliun, yang disebabkan karena belanja program-program Pemerintahan SBY yang mendominasi RAPBN 2015," kata anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie OFP, beberapa saat lalu 9Sabtu, 16/8).

Menurut Dolfie, ruang fiskal bagi pemerintahan baru dapat diperoleh apabila dilakuan realokasi dan penajaman program kementerian atau lembaga di luar belanja untuk pegawai. Dalam RAPBN 2015, belanja kementerian dan lembaga mencapai Rp 600  triliun, sehingga review dan realokasi dapat dilakukan terhadap anggaran di luar belanja pegawai yang diperkirakan mencapai Rp 323 triliun.


Realokasi ini, menurutnya, dapat dilakukan apabila ada political will dari Pemerintah SBY untuk memberikan kesempatan dalam Pembahasan RAPBN di DPR RI untuk dilakkukan realokasi program sesuai dengan Kebijakan Pemerintahan Baru. Tanpa political will ini, maka pemerintahan baru tidak akan dapat bekerja optimal.
 
"RAPBN 2015 yang mencapai nilai Rp 2.019 triliun tetapi miskin program-program stimulus menjadi indikasi bahwa pembangunan selama ini belum menghasilkan landasan ekonomi Indonesia yang kuat. Alokasi belanja APBN masih ditujukan untuk menjaga stabilitas indikator makro ekonomi daripada etimulus rkonomi untuk mempercepat pembangunan," demikian Dolfie. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya