Berita

ilustrasi/net

PDIP: Pemerintah Mendatang Harus Tetap Beri Subsidi BBM

JUMAT, 15 AGUSTUS 2014 | 09:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan ke depan harus tetap memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM), terutama kepada nelayan dan petani yang memang digunakan untuk produktifitas, bukan untuk konsumsi seperti transportasi.

Demikian disampaikan anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani. Dewi pun menawarkan solusi lain dalam hal kebijakan pengurangan subsidi BBM. Misalnya dengan pembatasan kepemilikan kendaraan per Kepala Keluarga (KK) sehingga jumlah kendaraan di Indonesia bisa mudah dikontrol sesuai jumlah KK

Sementara itu, lanjut Dewi, transportasi umum harus diberi insentif jika menggunakan kendaraan yang layak dan manusiawi. Di saat yang sama, fasilitas transportasi umum milik pemerintah juga harus diperbaiki. Misalnya, kereta api dalam kota yang melawati jalur perumahan sampai dengan pusat pendidikan, pasar, pendidikan dan bisnis; kereta luar kota atau bis damri yang kelola umum.


"Kenaikan harga diantisipasi jauh hari sebelumnya dengan sosialisasi yang memadai dan berkesinambungan, sementara kampanye penghematan energi harus terus dilakukan," ungkap Dewi, yang meraih gelar doktor kebijakan energi di UI.

Di saat yang sama, lanjut Dewi, yang juga Duta Reformasi Birokrasi UI, produksi bio ful harus ditingkatkan, sementara produksi ATPM dan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dibatasi, seiring dengan beraliyhna ke kendaraan berbahan gas dan listrik.

"PLTU harus mulai menggunakan teknlogi yang berbasis gas dan bio fuel, serta pengawasan impor BBM harus diperketat, serta dibentuk satuan khusus untuk itu," demikian Dewi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya