Berita

maruarar-jokowi/net

Ketua PDIP: Sejarah Mencatat, Megawati Tak Pernah Mengintervensi Jokowi

RABU, 13 AGUSTUS 2014 | 10:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kemenangan Jokowi-JK membuktikan bahwa rakyat sudah dewasa dan memahami benar akan kepemimpinan nasional yang sesuai dengan kebutuhan negara. Di saat yang sama, perlu juga dicatat, kehadiran Jokowi sebagai pemimpin nasional yang diharapkan rakyat itu tak bisa dilepaskan dari peran Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Demikian disampaikan Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait. Menurut Maruarar, Megawati lah yang membawa dan memberi kesempatan kepada Jokowi untuk memimpin Solo sampai dua kali. Megawati juga yang membawa Jokowi untuk ikut dalam Pilkada DKI Jakarta. Pun demikian, Megawati juga yang merekomendasikan langsung Jokowi untuk maju dalam Pilpres, sebagaimana kehendak publik.

"Padahal sebagai ketua umum partai, bisa saja tiket capres digunakan untuk Mbak Mega sendiri. Tapi Mbak Mega lebih memilih untuk mendengarkan apa yang diinginkan mayoritas rakyat dan mengajukan Jokowi," kata Maruarar kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 13/8).


Sikap dan langkah Megawati ini, ungkap Maruarar, jelas menjadi contoh transisi yang sangat ideal. Megawati membuktikan bukan sekedar politisi biasa, melainkan seorang negarawan yang sempurna. Kebijaksanaan Megawati ini merupakan contoh paling kongkret sikap kenegarawan yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun.

Kenegarawanan Megawati, lanjut Maruarar, juga terbukti dalam hal pola hubungan dan komunikasi dengan Jokowi yang selalu saling menghargai dan menghormati. Meski berjasa membesarkan Jokowi, Megawati sama sekali tidak pernah mengintervensi kewenangan Jokowi ketika menduduki jabatan eksekutif, baik sejak di Solo, di Jakarta, juga dipastikan ketika nanti memipin Indonesia.

"Waktu di Solo dan Jakarta, Mbak Mega tak pernah mengintervensi jabatan-jabatan kepala dinas, misalnya. Jadi Jokowi diajukan PDI P tak berarti Jokowi jadi boneka Mega seperti dituduhkan pihak tertentu. Mbak Mega sangat menghormati Jokowi dan menghargai tugas-tugasnya sebagai seorang pejabat negara," ungkap Maruarar.

Di saat yang sama, ungkap Maruarar, yang dikenal sangat dekat dengan Jokowi dan menjadi Koordinator Tim Debat Jokowi-JK dalam proses Pilpres lalu,  Jokowi sendiri sangat menghargai dan menghormati Megawati sebagai negarawan dan ketua umum partai, yang merupakan tempat dia bernaung. Jokowi juga sangat loyal kepada Megawati, kepada partai, dan kepada ideologi partai.

Ke depan, tambah Maruarar, peran Megawati masih sangat dibutuhkan oleh negara dan bangsa Indonesia, khususnya oleh PDI Perjuangan. Karena itu, sudah sepantasnya bila Megawati tetap diberi ruang dan waktu untuk memimpin partai yang menjadi pemenang Pileg 2014 serta sukses menjadikan Jokowi sebagai Presiden RI di periode mendatang. Apalagi, Indonesia memang membutuhkan seseorang yang nafas serta gerak langkahnya adalah konsisten membumikan prinsip Trisakti Bung Karno. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya