Berita

drajad h wibowo/net

Muslim Indonesia Punya Kewajiban Moral Boikot Produk "Berbau" Yahudi

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 13:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Cendekiawan muslim Dradjad H Wibowo sangat marah sekali dengan pembantaian orang-orang lanjut usia, wanita dan anak-anak di Gaza, Palestina. Baginya, pembantaian oleh tentara Zionis Israel yang brutal itu adalah tragedi kemanusiaan yang memilukan.

Karena itu, ungkap Dradjad, muslim Indonesia punya kewajiban moral untuk menunjukkan solidaritasnya. Salah satunya dengan memboikot produk dari sebuah perusahaan yang dianggap bersimpati atau bahkan menjadi jejaring ekonomi kelompok Zionis Yahudi.

"Apalagi tidak sedikit tokoh dunia yang bersikap sama (membokiot)," kata Dradjad kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 7/8).


Pernyataan Dradjad ini terkait dengan seruan untuk memboikot perusahaan yang dianggap bersimpati atau bahkan menjadi jejaring ekonomi kelompok Zionis Yahudi. Seruan ini beredar melalui pesan secara viral di Blackberry. Dalam seruan yang diberi hastag #SaveGaza itu mengajak umat Islam agar minimal pada hari Jumat tidak membeli Mcd, Donald, Starbucks, KFC dan CFC.

Dradjad, yang juga ekonom senior ini menilai konsumen Muslim Indonesia adalah pasar yang sangat besar, dengan daya beli yang tinggi. Hanya sayangnya, konsumen Muslim Indonesia itu rendah solidaritasnya terhada apa yang terjadi di dunia, dan kurang perhatian terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan global seperti eksploitasi buruh anak, buruh migran, hingga agresi brutal Israel yang menimbulkan tragedi kemanusiaan di Palestina tersebut.

"Jangankan isu yang jauh di sana, logo halal domestik pun kurang diperhatikan. Jujur saja, saya tidak yakin hal tersebut akan terwujud, mengingat karakter konsumen muslim Indonesia itu," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya