Berita

ilustrasi/net

HTI Pun Curiga ISIS Bentukan Intelijen AS dan Israel

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 10:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bukan hanya sementara publik Indonesia yang curiga ada Amerika Serikat, Inggris dan Israel di belakang deklarasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Kecurigaan ini juga menghinggapi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Misalnya, mengapa deklarasi ISIS tidak mengundang reaksi Barat, padahal dengan tegas Barack Obama pernah mengatakan tidak akan tinggal diam bila ada pihak yeng mendeklarasikan khilafah," kata Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 7/8).

Hingga saat ini juga, lanjut Ismail, belum terdengar reaksi ISIS terhadap Isarel yang menyerang Gaza dengan begitu membabibuta. Padahal salah satu fungsi utama kekhalifahan Islam adalah sebagai pelindung umat Islam.


"Ini umat Islam dibanti begitu rupa, diam saja," ungkap Ismail.

Hal lain, fakta di lapangan, ungkap Ismail, kelompok ISIS malah menyerang wilayah yang dikuasi oleh kelompok Jabhat al Nusroh di Suriah, dan bukan menyerang wilayah pemerintahan Bashar Assad.

"Jangan-jangan pernyataan Snowden bahwa ISIS bentukan Mossad Israel, CIA Amerika dan M-16 Inggris benar," demikian Ismail. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya